Selasa, 02 April 2013

Pembukaan STQ Ke-22 Kalbar Berlangsung Semarak


Putussibau.  Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-22 tingkat provinsi dimana Kapuas Hulu sebagai tuan rumahnya berlangsung semarak. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di kabupaten ini dibuka Drs M Zeet Hamdy Assovie MTM, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, Minggu (31/3) malam di Terminal Kedamin, Putussibau.
Pembukaan yang sempat membuat kekhawatiran ini akibat gerimis berjalan sukses. Selain dibuka Sekda Provinsi Kalbar, hadir juga beberapa kepala daerah lainnya seperti Walikota Singkawang Awang Ishak dan Bupati Pontianak Ria Norsan. Sementara dari Kapuas Hulu, selain Bupati dan Wakil Bupati yang didampingi Erlina Wati Nasir SH dan Terina Timas Mulyana AMd, hadir pula beberapa beberapa pejabat vertikal lainnya serta kepala SKPD dilingkungan pemerintah Kapuas Hulu.
Dalam sambutannya, Sekda mengatakan STQ merupakan suatu event yang diselenggarakan diantara MTQ. Tujuan STQ adalah untuk meningkatkan dan mengukir prestasi dalam bidang seni baca dan pemahaman terhadap isi kandungan Al-Quran. Serta merupakan media seleksi dalam menyaring duta terbaik Kalbar, sebagai persiapan menghadapi STQ ke-22 tingkat Nasional di Provinsi Kepulauan bangka Belitung pada bulan Juni mendatan. “Untuk itu pemprov Kalbar serta seluruh masyarakat Kalbar sangat mengharapkan pada STQ ke-22 tingkat nasional nanti, kejayaan Kalbar dapat kembali meraih dan mengukir prestasi,” katanya, membacakan sambutan Gubernur Kalbar.
Selain sebagai ajang kompetisi positif dalam bidang seni baca Al-Quran, momentum ini dapat dijadikan cerminan dari kesadaran merealisasikan nilai-nilai keagamaan. Selain itu juga sebagai ajang menjalin silaturahim antar sesame umat muslim dan memperkuat rasa persaudaraan. Dimana ingin mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang ditopang oleh nilai-nilai agamis, utamanya nilai-nilai keshalehan sosial, solidaritas dan toleransi. “kita ingin memperkokoh nilai-nilai universal itu sebagai landasan dalam mewujudkan daerah kita sebagai model dari semangat toleransi dikalangan umat beragama di Indonesia,” ujarnya.
Zeet pun mengingatkan seluruh masyarakat kalbar untuk berperan aktif dalam pembinaan spiritual, dalam rangka menciptakan suasana kondusif di Kalbar. Pendekataan spiritual merupakan salah satu cara untuk meredam konflik antar kelompok masyarakat.dalam pembangunan suatu daerah, salah satu faktor penunjangnya adalah terjadganya stabilitas keamanan dan kuatnya persatuan antar warga. “Sementara akhir-akhir ini sering terjadi konflik horizontal dibeberapa daerah. Hal itu harus disikapi bijaksana dan bertindak dengan mengutamakan pendekatan agama, bahwa sentral perwujudan stabilitas keamanan adalah bersumber dari mental dan spiritual masyarakat,” terangnya.
Sekda mengingatkan masyarakat harus berhati-hati terhadap perkembangan arus globalisasi. Untuk itu tetap bertahan pada citra awal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi perdamaian. Selain itu, norma agama pun tidak boleh terkikis oleh budaya asing. Dengan digelarnya STQ ini salah satu bentuk upaya filterisasi terhadap arus globalisasi.
Sementara Bupati AM Nasir SH menuturkan dengan menjadi tuan rumah STQ ke-22 tingkat Provinsi Kalbar, diharapkan ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Kapuas Hulu, agar lebih berminat mempelajari seni baca Al-Quran.
Selain itu, tidak hanya Kapuas Hulu yang selalu mengikuti kegiatan di daerah lain di Kalbar. Namun juga menginginkan masyarakat kabupaten/kota di Kalbar ini datang ke Kapuas Hulu. “Sebagai tuan rumah, kami ingin juga orang hilir datang ke hulu, tidak selama kami yang selalu mengikuti kegiatan ke pontianak atau daerah lain,” tukas Bupati.
Untuk itu, atas nama pemerintah dan masyarakat Kapuas Hulu Nasir mengucapkan penghargaan kepada pemprov atas kepercayaan menjadikan Kapuas Hulu sebagai tuan rumah. Padahal STQ ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Kabupaten, sebab selama ini hanya di ibu kota provinsi. “Ketika dikatakan STQ akan dilaksanakan di kabupaten, oleh karena itu spontan kami menawarkan pelaksanaannya diserahkan kepad Kapuas Hulu, kami siap jadi tuan rumah,” jelasnya.
Bupati mengharap, mudah-mudahan ini merupakan awal kalbar meraih prestasi kedepannya di ajang MTQ, baik ditingkat nasional bahkan internasional. “Terima kasih kepad ketua LPTQ Kapuas Hulu Drs H Hasan M MSi yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Ternyata ujian diacara pembukaan ini kita bersyukur berjalan sukses. Bahkan saat ini dibawah Pak Hasan, juga sebelumnya sukses menyelenggarakan MTQ tingkat kabupaten. Selain itu, prestasi Kapuas Hulu di MTQ di Melawi kemarin meningkat secara drastis,” ujarnya.
 Nasir pun merasa bangga melihat antusias masyarakat Kapuas Hulu yang begitu tinggi dalam menyukseskan STQ ini. Tidak hanya umat Islam, berbagai agama dan etnis di Kapuas Hulu turut serta ikut memeriahkannya. Ini menandakan toleransi beragama di Bumi Uncak Kapuas begitu tinggi. “Sebab kami disini berkomitmen bagaimana melaksanakan dan mensukseskan dengan bekerja sama antara masyarakatnya denga pemerintah. Ini menunjukkan kekompakan masyarakat Kapuas Hulu,” pungkas Bupati.“Mungkin untuk mencari yang jago karaoke, olahraga atau lainnya mudah dan banyak. Tapi untuk  bibit-bibit di MTQ ini dirasakan sulit. Untuk itu lah, dengan Kapuas Hulu menjadi tuan rumah, diharapkan masyarakat, khususnya anak-anak Kapuas Hulu akan lebih termotivasi mempelajari seni baca Al-Quran,” kata Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH.
Pembukaan STQ ke-22 yang akan berlangsung hingga tanggal 4 April ini ditandai dengan penekanan sirine oleh Sekda Provinsi Kalbar. Ketika sirine dibunyikan langsung disambut pesta kembang api, yang menjadikan pembukaan STQ ini lebih semarah. Tidak sampai disitu, pembukaan yang mendapatkan perhatian masyarakat ini juga mempertontonkan berbagai tarian dan kesenian serta atraksi yang diperagakan Yonif 644/WLS.