Minggu, 28 April 2013

Kapuas Hulu Berkomitmen Tinggi Menjaga Lingkungan


Putussibau.  Kabupaten Kapuas Hulu berkomitmen tinggi dalam menjaga lingkungan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pencanangan Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi.
Menurut Bupati, masyarakat Kapuas Hulu secara turun termurun telah berusaha menjaga dan melestarikan lingkungan. Mereka telah mengenal hak ulayat masyarakat, tembawang, bahkan sampai ke danau-danau lindung yang kesemuanya ditujukan untuk perlindungan. “Saya sebagai pemimpin wilayah tetap berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan yang ada di Kapuas Hulu. apalagi Kapuas Hulu sudah mendelegrasikan sebagai Kabupaten Konservasi. Tidak hanya itu, Kapuas Hulu juga termasuk paru-paru dunia dan HOB (Heart of Borneo),” kata AM Nasir SH, pada saat acara memperingati Hari Bumi Internasional, Jumat (26/4) sekitar pukul 14.00 di Gedung Indor.
Namun ini perlu komitmen dan dukungan semua, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat maupun NGO-NGO. Sebab Bupati menyadari dengan keterbatasan dana dan sarana prasarana, usaha pelestarian lingkungan tentu memerlukan pemikiran dan kerja keras dari semua pihak. “Saya tidak menghendaki adanya sikap yang saling menyalahkan tentang masalah lingkungan yang ada ditempat kita. Tetapi alangkah bijak, jiwa kita semua merasa terpanggil dan turut ambil bagian dalam usaha pelestarian lingkungan ini. Kita berkewajiban menjaga lingkungan, namun disatu sisi lain, kita juga harus dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita. Dengan demikian, baik disadari maupun tidak, keinginan dan kebutuhan  mereka untuk merusak lingkungan dapat kita minimalisir,” terang Bupati, pada saat acara yang turut dihadiri Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kapuas Hulu Dini Ardianto SIP, Dandim 1206/PSB, dan lainnya.
Sebagai kabupaten konservasi, Komitmen Kapuas Hulu sudah jelas terhadap lingkungan. Selain dua taman nasional, Kapuas Hulu memiliki hutan dan danau lindung. Dimana kawasan ini tidak dapat diganggu gugat. Namun disisi lain, ada Areal Penggunaan Lain (APL) yang boleh digarap pemerintah Kapuas hulu untuk kesejahteraan masyarakatnya. “Ada sebagian masyarakat yang sepertinya kurang paham. Bila ada investor perkebunan sawit masuk ke Kapuas Hulu, mulai mereka mempertanyakan, karena daerah ini kabupaten Konservasi. Selain ad ataman nasional, hutan dan danau lindung, tentunya ada APL yang bisa digarap. Karena masyarakat juga perlu kesejahteraan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Jadi tolong kepada NGO-NGO lingkungan hidup, jangan juga menghambat investor yang mau datang ke Kapuas Hulu,” tegas Nasir.
Bupati menyambut baik dengan diadakan peringatan hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini. Namun ia menyayangkan yang terlibat pada acara memperingati hari bumi ini hanya segelintir instansi dan NGO. Padahal banyak instansi dan NGO yang berkaitan dengan lingkungan berada di Kapuas Hulu. “Balai Besar TNDS dan TNBK serta NGO lingkungan lainnya dimana. Seharusnya mereka ikut berpartisipasi di hari bumi ini, jangan hanya segelintir instansi dan NGO saja,” tukasnya.

Kamis, 25 April 2013

Bupati Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2012


Putussibau. DPRD menggelar sidang paripurna terkait pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawab (LKPJ) Bupati Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2012. Pidato pengantar disampaikan langsung oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH, Rabu (24/4) sekitar pukul 10.00 di ruang sidang DPRD Kapuas Hulu
Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ade M Zulkifli SAP didampingi Wakil Ketua I, M Yusuf Habibi SSos dan Wakil Ketua II, Agustinus Ding SH, serta dihadiri sebagian besar anggotanya. Hadir pula perwakilan instansi vertikal, kepala SKPD, kepala Bagian, dan lain-lain.
Dalam pidato pengantarnya Bupati mengatakan bahwa pelaksanaan kinerja yang telah dilaksanakan didasarkan pada APBD 2012, mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan daerah. Yaitu Perda Nomor 15/2011 tentang rencana pembangunan jangka menengah Kapuas Hulu tahun 2011-2015, Perbub Kapuas Hulu Nomor 9/2011 tentang rencana kerja pemerintah daerah tahun 2012, dan Perda Nomor 1/2012 tentang APBD TA 2012. "Kedudukan ketiga produk hukum daerah tersebut berfungsi sebagai rujukan dalam melakukan penilaian kinerja Pemkab Kapuas Hulu pada setiap akhir tahun anggaran, sesuai dengan arah, tujuan dan sasaran serta capaian kinerja dalam pelaksanaan RPJMD Kapuas Hulu tahun 2011-2015, dengan lima misi daerah," terang AM Nasir SH.
Misi daerah, pertama mewujudkan birokrasi yang profesional, kredibel, responsif, dan bertanggung jawab. Dua, peningkatan kualitas SDM yang bertaqwa, cerdas dan sehat. Tiga, pembangunan sarana dan prasarana wilayah serta aksesibilitas ke daerah terpencil, terisolir dan perbatasan. Empat, pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada potensi dan sumberdaya lokal. Dan lima, memelihara keseimbangan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Pada pidato pengantarnya, bupati menyampikan beberapa penghargaan yang diterima pemkab Kapuas Hulu dan beberapa capaian yang telah dilakukan diberbagai bidang. Sementara terkait APBD Kapuas Hulu TA 2012, Bupati menuturkan setelah perubahan secara keseluruhan sebesar Rp 1.001.124.803.460 atau meningkat 8,48 persen dari tahun 2011 sebesar Rp 922.838.822.475. Sedangkan kontribusi PAD terhadap APBD secara keseluruhan sampai saat ini, meskipun prosentasenya belum sebanding dengan penerimaan dari pemerintah pusat, namun dari sisi kinerja setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Pada tahun 2012, PAD yang terealisasi sebesar Rp 31.525.600.001,35. Penerimaan daerah masih didominasi oleh dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat, baik DAU, DAK maupun dana bagi hasil pajak dan bukan pajak. "Disamping itu terdapat dana dekonsentrasi yang diterima langsung oleh beberapa SKPD. Oleh karena itu upaya meningkatkan PAD akan terus dioptimalkan melalui interaksi dan ekstensifikasi," kata Nasir.
Realisasi belanja pada TA 2012 sesuai data sementara keseluruhannya setelah perubahan adalah sebesar Rp 925.799.594.290. Ini terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 651.513.763.662, belanja modal Rp 271.045.534.748, dan belanja tak terduga Rp 3.240.295.880. "Jumlah kekayaan pemkab Kapuas Hulu per 31 Desember 2012 total aktiva sebesar Rp 2.529.995.270.145,36," jelas Bupati.
Sebagai manusia biasa, lanjut Nasir tentu dirinya tidak luput dari kelemahan dan keterbatasan. Namun pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin membangun komitmen dan mengerahkan kemampuan manajerial untuk menyusun konsepsi kebijakan dan program untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan di daerah ini. Namun kenyataannya, hanya ini lah yang dapat direalisasikan. "Secara jujur saya akui, jika terdapat berbagai indikator keberhasilan, semuanya itu adalah hasil optimal dari proses kerjasama semua pihak dan juga merupakan keberhasilan dari seluruh pimpinan dan anggota dewan yang memberikan dukungan dan kerjasama dalam pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan," terangnya.
Jika terdapat indikator ketidakberhasilan adalah merupakan bagian dari kelemahannya dalam mengarahkan dan mengawasi implementasi pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh staf dan menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu ia mengharapkan adanya kontribusi pemikiran yang positif agar bermanfaat bagi penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kapuas Hulu dimasa yang akan datang. "Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan atas seluruh dukungan dan kerjasama yang baik, yang telah diberikan. Sepenuhnya saya sadari selaku Bupati, tidak akan dapat melakukan tugas-tugas ini dengan baik, jika tidak mendapatkan dukungan dan kerjasama dari dewan yang terhormat. Begitu pula kepada rekan-rekan Muspida, saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas semua kerjasama, saran dan bantuan yang telah diberikan selama ini. Kepada pimpinan ormas, tokoh agama dan seluruh masyarakat, terima kasih atas semua saran, pemikiran, kerjasama, bahkan kritik membangun yang telah diberikan," tutur Nasir.

Rabu, 24 April 2013

PT BIA dan PT SMD Dituding Serobot Hutan Ulayat

*Ratusan Masyarakat Sibau Hilir Audiensi ke DPRD

Putussibau. Ratusan masyarakat Desa Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara mendatangi dan audiensi ke DPRD Kapuas Hulu, Selasa (23/4) pagi kemarin. Mereka menuding hak hutan ulayatnya yang diserobot PT BIA dan PT SMD.
Masyarakat yang mengatasnamakan tim “Bela Banua” awalnya menggelar orasi di depan gedung DPRD Kapuas Hulu. Selang beberapa saat rombongan memasuki ruang sidang legislatif untuk menyampaikan aspirasi. Audiensi ini dipimpin Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli SAP yang didampingi Ketua Komisi B, H Wan Taufikorrahman SE MAP, serta anggotanya Ir Agustinus Kasmayani MH, Kusfery AC, Budiarjo SH, Razali, dan Robert SH.
Sementara dari Komisi A, tampak hadir Rajuliansyah dan dari Komisi C, Drs Joni Kamiso. Sedangkan dari eksekutif hadir Sekretaris Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kapuas Hulu, Ir Sayuti.
Ketua tim Bela Banua, L Lasa Putra mengatakan permasalahan ini berawal pada September 2012 lalu, di mana beberapa warga turun rutin melihat dan menjaga hak ulayat mereka. “Pada saat di lapangan, lokasi kami yang sudah dimiliki baik oleh perorangan maupun kelompok, sudah rusak diparit dan kayunya sudah habis dipotong dan diambil,” katanya.
Kondisi ini kemudian dilaporkan kepada kepala desa, temenggung, dan aparat adat. Dari hasil laporan tersebut terbentuklah tim Bela Banua. Tim ini melibatkan unsur pemerintah desa, adat, agama, tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya. “Lokasi yang kami klaim tersebut adalah betul-betul hak kami secara turun temurun, maka perlu kami pertahankan, walaupun mungkin jalan terakhir lewat pengorbanan darah,” ujar Lasa.
Tanggal 24 September 2012, lanjut Lasa, sekitar 50 orang turun kembali ke lokasi untuk mengecek kebenaran kejadian tersebut. Bahkan warga secara resmi membawa empat orang anggota Yonif 644/WLS untuk pengecekan. Ternyata memang benar, di hak ulayat masyarakat telah terjadi kegiatan pembalakan liar dan pembuatan parit lintang ke hulu-ke hilir, dengan alat berat ekskavator, chainsaw beserta orang luar yang sedang merambah hutan. “Setelah terjadi penyetopan dan komunikasi dengan para pekerja tersebut, kami tahu bahwa hak ulayat kami telah dikerjakan oleh pihak perusahaan yang mengaku dari PT BIA dan PT SMD. PT BIA masalah sawit dan PT SMD pengambilan kayu,” ceritanya.
Masyarakat pun menyita dua chainsaw dan dua kunci ekskavator. Sepulang dari lokasi, masyarakat melaporkan ke Camat Putussibau Utara untuk menyurati pihak perusahaan agar diadakan musyawarah. Hingga akhirnya diadakanlah pertemuan dengan PT BIA pada tanggal 27 September 2012 di kantor Desa Sibau Hilir, yang juga dihadiri muspika kecamatan. Sementara PT SMD tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Oleh pihak perusahaan, kejadian ini akan diurus dan diatur, namun masih menunggu kebijakan perusahaan di pusat. Alasan ini terus dilontarkan setiap masyarakat konsultasi ke perusahaan.
“Bahkan kami memiliki bukti nyata di atas meterai, yaitu pernyataan Bapak AK Rangkuti, bahwa tidak melakukan aktivitas sebelum ada penyelesaian sesuai peta terlampir yang masuk ke wilayah kami. Sementara menyangkut tuntutan kami merupakan hasil kesepakatan dan musyawarah, bukan dibuat perorangan atau kelompok. Semua masalah ini sudah kami coba selesaikan secara baik dan konsultasikan dari tingkat bawah. Namun pihak perusahaan tetap menjawab akan diurus dan diatur, serta menunggu pusat,” terang Lasa.
Sementara Yosef Lampun, Kades Sibau Hilir menuturkan sebenarnya mereka sudah berusaha menyelesaikan masalah ini yang difasilitasi kecamatan dan koramil. Tapi perusahaan seolah-olah melecehkan tuntutan masyarakat. “Padahal perusahaan telah merampas sumber daya alam kami, yaitu kayu hutan. Bahkan sampai saat ini kami belum melihat dokumen izin perusahaan,” katanya.
Berdasarkan peta milik perusahaan bahkan wilayah Sibau Hilir dihilangkan, sedangkan Desa Sibau Hulu ada. “Selama ini kita telah berusaha meredam warga, jangan sampai warga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.
Sementara Ketua DPRD Kapuas Hulu mengatakan tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Namun legislatif meminta waktu untuk mempelajari aspirasi masyarakat tersebut sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Kami akan memfasilitasi dan memperjuangkan hak ulayat,” ujar Ade M Zulkifli SAP.
Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kapuas Hulu mengungkapkan, berdasarkan data-data yang diserahkan masyarakat, pihaknya akan menindaklanjutinya. Namun pada prinsipnya, perusahaan seharusnya memang tidak boleh mengambil hak ulayat masyarakat. Sehingga hak ulayat harus diperjuangkan. “Kita akan berkoordinasi dengan instansi teknis. Nanti kita akan melakukan pertemuan dengan perusahaan. Apabila ada kesalahan, perusahaan mesti bertanggung jawab,” ujar H Wan Taufikorrahman SE MAP.
Walau pun tidak menetapkan target, Komisi B berusaha menyelesaikan ini dengan segera. Untuk itu Disbunhut terlebih dahulu mesti menginventarisasi izin PT BIA. Untuk sementara perusahaan menghentikan sampai ada titik temu dengan masyarakat. “Kita juga akan investigasi lapangan dengan masyarakat untuk melihat kebenarannya,” jelasnya.
Ir Sayuti, Sekretaris Disbunhut menuturkan PT BIA pemegang izin perkebunan kelapa sawit. Sementara PT SMD, ditunjuk PT BIA untuk membersihkan lahan sekaligus pemegang IPK (Izin Pemanfaatan Kayu). Semenjak terjadi kisruh dengan masyarakat, dinas sebelumnya telah menyurati PT BIA untuk menghentikan kegiatannya di Desa Sibau Hilir. “Sebenarnya bukan hanya PT BIA saja yang mengalami permasalahan. Namun PT BIA setelah dituduh merambah hak ulayat masyarakat tidak menyelesaikan dengan arif dan bijaksana. Selama ini mereka selalu menunggu kebijakan pusat. Namun kebijakan pusat tidak juga turun, akhirnya ini meledak. Kita akan sampaikan hasil audiensi ini ke Bupati, agar bisa menyurati manajemen perusahaan pusat untuk secepatnya menyelesaikan ini” jelas Sayuti.

Empat Motif Khas Kapuas Hulu Miliki HAKI


*Dilauching Oleh Bupati
Putussibau. Dewan Kerajinan Nasional daerah (Dekranasda)  Kapuas Hulu melauching empat motif khas Kapuas Hulu, Senin (22/4) pagi kemarin di Gedung Indor, Putussibau. Motif-motif yang telah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ini dilauching langsung oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH.
Menurut Ketua Dekranasda Kapuas Hulu,  Erlina Wati Nasir SH, kepengurusannya yang dikukuhkan pada tanggal 4 Oktober 2011, sebelumnya telah melaksanakan event perlombaan desain motif Kapuas Hulu. kemudian diperoleh empat finalis, yaitu Bunga Tabur, Kait Tiga, Bunga Kerawit Kuncung (Buah Bunut), serta perpaduan motif dan ikan silok (arwana). Hingga akhirnya terbentuklah  empat motif khas Kapuas Hulu yang  terdiri dari 18 warna, yaitu Motif Arwana Melingkar, Bunga Tabur, Dayung Sifat, dan Kait Tiga
“Kemudian pada tahun 2011 juga, kita mengusulkan pendaftaran ciptaan dan pembuatan HAKI dan Alhamdulillah keempat motif tersebut saat ini telah memiliki surat pendaftaran ciptaan Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini tentu saja sebagai apresiasi kepada para pencipta motif khas Kapuas Hulu, sehingga memotivasi untuk bekerja dan berkarya lebih baik lagi kedepannya,” terangnya saat lauching yang dihadiri Wakil Bupati Agus Mulyana SH, Ketua DPRD Ade M Zulkifli SAP beserta anggota, Dandim 1206/PSB Letkol Inf H Jayusman, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianto SIK, Danyon 644/WLS Mayor Inf Vivin Alivianto, serta tamu undangan lainnya.
Dikatakan perempuan yang menjabat Ketua TP PKK ini, perjuangan untuk memperoleh HAKI ini tentu saja tidaklah mudah. Segenap daya dan upaya untuk meyakinkan kepada semua pihak telah pula dilakukan dengan merumuskan setiap kegiatan dari Dekranasda Kapuas Hulu kedalam beberapa program yang sejalan dengan pemkab Kapuas Hulu. selanjutnya hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah kerja keras para perancang (desainer) lokal dengan ketelitian dan keuletan serta nilai seni yang dimiliki menjadikan perpaduan keanekaragaman alam yang dimiliki dengan sentuhan estitika seni budaya lokal melahirkan nilai karya yang tinggi.
Dalam rangka memperingati HUT Deskranasda tahun 2012, Dekranasda Kapuas Hulu mengikuti pameran tingkat provinsi dan nasional. Dimana pada pelaksanaannya Kapuas Hulu mendapat anugrah untuk mewakili provinsi Kalbar dalam memperagakan motif tenun sidan dengan pragawatinya Nyonya Ria Paryadi, istri Wakil Walikota Pontianak. “Selanjutnya dalam kesempatan itu pula, Kapuas Hulu juga memperoleh penghargaan Brunai Award of Excellence for Handi Craft 2012, South-East Asia Programe dengan Keban Bronai By Ms. Siti Rajemah,” jelas Erlina.
Esensi motif khas Kapuas Hulu berdasarkan surat pendaftaran ciptaan ke Kemenkumham, merupakan perpaduan kekayaan dan keanekaragaman alam di Bumi Uncak Kapuas.  Dengan menunjukkan keunikan dari motof yang dimiliki menjadikan perbedaan tersendiri dan beberapa daerah, baik serumpun wilayah Kalbar maupun luar Kalbar. Kemudian sebagai upaya pelestarian nilai seni dan budaya daerah motif khas ini, tentunya turut mewakili keberagaman suku dan budaya yang ada di Kapuas hulu, yang dalam implementasinya sehari-hari dapat hidup rukun dan damai dalam kerangka NKRI. “Dengan melihat begitu kental nilai seni dan budaya yang tertuang lewat hasil cipta dan karya para pencipta motif khas ini, maka sebagai wujud atensi dan apresiasi, maka pada hari ini Dekranasda Kapuas Hulu mewngadakan lauching motif khas Kapuas Hulu, hal ini terselenggara tentunya melalui perencanaan dimulai dari persiapan, pemilihan dan penentuan bahan kain/testil pencetakan motif dalam variasi warna dan jenis yang berbeda, sehingga kesemuanhya dapat kita saksikan pada hari ini,” tuturnya.
Erlina mengharap motif-motif khas Kapuas Hulu yang telah memiliki HAKI ini dapat diterima khalayak ramai. Bukan hanya untuk masyarakat Kapuas Hulu, tapi juga provinsi dan bahkan tingkat nasional. Apalagi dari segi harga terbilang masih terjangkau. “Kegiatan lauching ini merupakan juga salah satu strategi pemasaran kita,” kata istri Bupati Kapuas Hulu ini. 

Sementara, Bupati AM Nasir SH mengharapkan ada partisipasi dan dukungan instansi-instansi yang ada di Kapuas Hulu untuk mengembangkan motif khas Kapuas Hulu.
“Untuk tahap awal, kita harap SKPD, instansi vertikal, pihak bank dan sekolah-sekolah yang ada di Kapuas Hulu agar ada partisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap motif-motif khas Kapuas Hulu ini. Dengan demikian diharapkan testil motif-motif khas Kapuas Hulu dapat berkembang dilingkungan kerjanya masing-masing. Kalau kabupaten lain ada dan bisa, mengapa kita tidak. Karena ini merupakan ciri khas masing-masing daerah, termasuk Kabupaten Kapuas Hulu,” katanya.
Dijelaskan Bupati, sebenarnya sebelumnya sudah ada motif batik Kapuas Hulu. Namun motif tersebut belum dipatenkan atau memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). “Alhamdulilllah saat ini Kapuas Hulu sudah memiliki motif khas yang telah memperoleh HAKi. Bahkan ada empat motif yang memperoleh HAKI. Dengan banyaknya motof ini supaya, ada banyak pilihan motof bagi penggunanya,” ujarnya.
Mendapatkan HAKI ini melalui proses yang panjang, yaitu mulai dari mengadakan perlombaan desain. Dari hasil perlombaan itu, kemudian dilakukan penyempurnaan dan akhirnya didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh HAKI. “Pemda tentu sangat mensuport dan mendukung, tapi tentu ini kita serahkan ke Dekranasda dalam pengelolaannya dan kita sokong dengan dana pemerintah daerah.  Begitu pula untuk motif-motif lain agar dikembangkan, kita serahkan ke Dekranasda termasuk bagaimana memasarkannya,” pungkas Nasir.
Diungkapkan Bupati, sebenarnya lauching ini direncanakan awal diadakan di provinsi. Tapi mengingat waktu dan pertimbangan berbagai hal akhirnya dilaksanakan di Putussibau.  “Atas nama pemerintah daerah Kapuas Hulu  menyambut baik acara lauching ini. Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah,” tukasnya.
Setelah memiliki HAKI motif khas Kapuas Hulu, Bupati mengharap dapat dilanjutkan dengan mematenkan ikan arwana dan kerupuk basah. Untuk itu secara khusus, Bupati meminta kepada Dinas Perdagangan, perindustrian, dan Koperasi (Disperindagkop) Kapuas Hulu untuk secepatnya mematenkan ikan arwana dan kerupuk basah. “Jangan sampai habitat ikan arwana di Kapuas Hulu, tapi daerah lain yang memiliki hak patennya. Begitu pula dengan kerupuk basah,” jelas Nasir.
Usai lauching motif khas Kapuas Hulu, digelar peragaan busana yang menggunakan motif khas Kapuas Hulu. Selanjutnya dilakukan lelang bahan testil yang dipandu Bupati dan Ketua Dekranasda Kapuas Hulu.

Senin, 22 April 2013

Konsulat Malaysia Bertandang ke Kapuas Hulu

Putussibau. Konsulat Malaysia bertandang ke Kapuas Hulu. Selain menggelar pertandingan persahabatan badminton, rombongan yang dipimpin Kepala Konsulat Malaysia ini mengunjungi Danau Sentarum.
"Malaysia dan Kabupaten Kapuas Hulu merupakan satu rumpun, satu kultur dan budaya. Apalagi Kapuas Hulu satu daratan dengan Serawak. Bahkan banyak warga Kapuas Hulu memiliki keluarga di Malaysia, baik itu yang beretnis Melayu atau Dayak. Hanya negara yang membedakan," kata Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH, saat malam ramah tamah, Sabtu (20/4) malam di pendopo.
10 orang rombongan tamu ini dipimpin langsung Kepala Konsulat Malaysia Khairul Nazran Abd Rahman. Mereka tiba di Kota Putussibau pada Sabtu siang dan sorenya menggelar pertandingan eksibisi badminton. Sementara pada malam ramah tamah, selain Bupati yang didampingi Erlina Wati Nasir SH, hadir pula Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli SAP beserta beberapa anggota, Dandim 1206/PSB, Kapolres Kapuas Hulu, instansi vertikal lainnya serta kepala dinas dan kantor dilingkungan pemerintah Kapuas Hulu.
Bupati mengharap dengan kunjungan Konsulat Malaysia ini akan banyak manfaat bagi Pemerintah Indonesia, khususnya Kabupaten Kapuas Hulu dan Kerajaan Malaysia. "Dengan kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturrahmi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kapuas Hulu dengan Serawak," tukas Nasir.
Walau pun Kapuas Hulu berada paling ujung Kalbar, namun kawasan ini memiliki dua taman nasional, yaitu TNDS dan TNBK. Khusus TNDS, bahkan memiliki jenis ikan air tawar terlengkap. Kapuas Hulu juga habitatnya ikan arwana. "Dan banyak potensi lain di Kapuas Hulu, hanya saja masih banyak yang belum tergarap," katanya.
Bupati menjelaskan saat ini PLB Badau sudah soft louching. Kepada konsulat Malaysia, Nasir mengharap PLB Badau bisa ditingkatkan ke grand louching. Agar kedepannya aktivitas di bolder tersebut bisa lebih padat untuk meningkatkan hubungan masyarakat, baik dibidang ekonomi, pariwisata dan sebagainya. "Dengan kunjungan ini paling tidak bisa melihat langsung kondisi masyarakat dan daerah Kapuas Hulu. Dan kunjungan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dimasa-masa mendatang," harap Nasir.
Bupati pun secara khusus Bupati meminta kepada Konsulat untuk membantu para TKI, apabila ada permasalahan di Malaysia. "Kita harap melalui konsulat, bisa membantu tenaga kerja kami, apabila ada hal-hal di Malaysia. Sehingga bisa dirundingkan atau dimusyawarahkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Nasir.
Sementara itu, Kepala Konsulat Malaysia Khairul mengatakan pihaknya sebenarnya sudah lama merancang kunjungan ke Kapuas Hulu. Walau pun jaraknya jauh dari Pontianak, namun hal tersebut bukanlah suatu permasalahan. "Kita amat berterima kasih kepada pemerintah Kapuas Hulu, karena disambut dengan cemerlang," ujarnya.
Dijelaskan dia, Konsulat Malaysia di Pontianak telah ada sejak tahun1982. Konsulat ini bukan hanya untuk Kalbar,  melainkan seluruh zona Kalimantan. Dengan kunjungan ini diharapkan dapat menjalin hubungan masyarakat dan pembangunan ekonomi antar dua kawasan.
Dengan telah dibukanya bolder di Badau, lanjut Khairul sehingga segala sesuatunya yang berkenaan antar negara menjadi resmi. "Dengan adanya bolder kita berharap pergerakan masyarakat lebih baik. Termasuk TKI, sehingga datang dengan resmi. Karena kalau illegal tidak dapat dilindungi Undang-Undang di Malaysia," jelasnya.
Malaysia dan Indonesia merupakan dua negara yang serumpun. Bahkan Khairul mengaku memiliki darah Indonesia, yaitu Padang. "Saya sebenarnya ada darah Padang. "Kunjungan ini memang yang pertama tapi bukan terakhir. Selepas saya, mungkin ada pebisnis atau investor Malaysia yang akan datang ke Kapuas Hulu. Saya yakin banyak peluang di Kapuas Hulu. Untuk itu kita datang, untuk melihat peluang yang ada di Kapuas Hulu," terangnya.
Pada acara yang penuh keakraban tersebut dilanjutkan dengan tukar cendera mata. Keesokan harinya sebelum kembali, rombongan Konsulat Malaysia berkesempatan mengelilingi Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

Emansipasi Kebablasan

Kiprah perempuan dalam sejarah dunia maupun bangsa ini memang mengalami masa-masa suram. Dulu perempuan hanya dianggap kaum kelas dua. Keberadaan perempuan hanya sebagai penghias laki-laki. Perannya dalam kehidupan sangat sedikit, karena hampir semua bidang masih didominasi kaum Adam.
Jangankan di skala nasional, di lingkup rumah tangga saja, perempuan tidak diberikan kehormatan yang sepadan. Sebab sebelum perjuangan perempuan diakui, tugas perempuan hanya berkisar di dapur, sumur dan kasur.
Lambat laun, kaum Hawa bangkit. Slogan emansipasi wanita pun membahana. Perempuan meminta hak yang sama atas dasar kesamaan gender. Tidak hanya mengenai pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya.
Kaum perempuan memperjuangkan kesamaan gender memiliki historis yang panjang. Hingga akhirnya pada setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan internasional. Perayaan ini pertama kali muncul saat kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada tanggal 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes terhadap hal yang mereka rasakan tentang kondisi kerja yang sangat buruk dan gaji sangat rendah. Kemudian banyak lagi rentetan-rentetan kejadian, yang akhirnya kesetaraan gender meluas secara sporadis ke semua sektor kehidupan.
Perlakukan diskriminatif terhadap perempuan tidak hanya terjadi di berbagai belahan dunia. Pasalnya pada zaman sebelum kemerdekaan, Indonesia juga kental diskriminatifnya terhadap kaum hawa. Nuansa inilah yang sangat dirasakan RA Kartini, yang ia keluhkan dalam surat kepada teman-temannya di Belanda. Hingga akhirnya RA Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Selain dinobatkan sebagai pahlawan nasional, tanggal kelahiran RA Kartini ditetapkan sebagai hari emansipasi wanita Indonesia. Hingga akhirnya setiap tanggal 21 April, kita lebih mengenalnya dengan hari Kartini.
Namun banyak wanita di belahan dunia ini mengartikan emansipasi secara salah kaprah. Seolah-olah semua yang dilakukan laki-laki harus juga bisa dilakukan perempuan. Yang akhirnya menjatuhkan martabat perempuan itu sendiri.
Kebablasan emansipasi wanita salah satunya yang sangat kental, yaitu di bidang olahraga. Bayangkan semua olahraga laki-laki, zaman sekarang ini diborong habis kaum Hawa. Kalau ada sepak bola pria, wanita pun tidak ketinggalan bermain bola. Bahkan yang lebih parah olahraga keras seperti tinju pun digeluti kaum Hawa.
Kebablasan emansipasi lainnya, banyak perempuan yang tidak peduli dengan kehidupan rumah tangganya. Mentang-mentang memiliki karier bagus, tugas utama serta mulia seorang perempuan selaku istri dan ibu diabaikan. Bahkan tidak sedikit seorang perempuan saat ini tidak bisa melakukan pekerjaan dapur. Yang lebih parah lagi mereka enggan menyusui bayinya dan menggantikannya dengan susu bubuk. Semua pekerjaan tersebut tinggal dipercayakan kepada pembantu. Masih banyak lagi yang dilakukan perempuan dewasa ini, yang secara langsung dan tidak langsung menjatuhi kodratnya sebagai kaum yang lembut, anggun dan pengasih.
RA Kartini memperjuangkan emansipasi tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan. Hal ini tersirat dalam suratnya kepada Prof Anton dan istrinya pada 4 Oktober 1902: ”Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama,” tulisnya.
Kita sepakat, emansipasi harus diperjuangkan sebagai wujud kesamaan gender. Sehingga hak dan kewajiban antara perempuan dan laki-laki setara. Namun pastinya antara perempuan dan laki-laki, tidak lepas dari kodratnya masing-masing.

Selasa, 09 April 2013

Sukri dan Klothilde Duta Lingkungan Hidup Kapuas Hulu

Putussibau. Pemilihan Duta Lingkungan Hidup yang digelar Kantor Lingkungan Hidup Kapuas Hulu telah sampai pada puncaknya. Saat di grand final, Muhammad Sukri dan Klothilde Sikun SSI dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu.
Malam puncak pemilihan Duta Lingkungan Hidup dibuka Wakil Bupati Agus Mulyana SH, didampingi Ketua GOW Nyonya Terina Timas AMd, Sabtu (6/4) malam di Gedung Paroki, Putussibau. Selain Kepala Kantor Lingkungan Hidup Dini Ardianto SIP, hadir pula Kepala Disbunhut Drs H Hasan M MSi, Kepala Satpol PP Drs, Abang Sudarmo MSi, dan lainnya.
Menurut Dini, kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran akan lingkungan hidup, terutama kepada anak-anak muda. Diharapkan dengan menjadi peserta Duta Lingkungan Hidup mereka bisa mengajak dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan program rutinitas Kementerian Lingkungan Hidup sesuai Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sehingga dengan digelarnya pemilihan duta ini, para peserta diharapkan mengetahui, memahami dan melaksanakan Undang-Undang tersebut," katanya.
Awalnya peserta yang mendaftar mengikuti ajang ini sebanyak 180 orang. Namun karena tidak sesuai standar dan persyaratan, akhirnya hanya ada 47 peserta. Hingga pada akhirnya ketika dilakukan seleksi di Kantor Lingkungan Hidup, yang terpilih tinggal 34 peserta. Seleksi ini dimulai pada tanggal 25 Maret selama empat hari. “Kemudian dua peserta mengundurkan diri, pada grand final ini peserta menyisakan 32 orang," tandas Dini.
Bagi yang dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Hidup, rencananya akan mewakili Kapuas Hulu bertarung ke tingkat Provinsi Kalbar, pada 1-4 Mei di Kapuas Palace, Pontianak. Itu pun bila yang juara I, selama pemantauan sekitar 20 hari tidak berulah. Sebab bisa saja tidak diberangkatkan dan digantikan peringkat di bawahnya. “Kalau menang di Pontianak, tentu akan mewakili Kalbar di Region Kalimantan, baru selanjutnya ke tingkat nasional. Semoga saja peserta-peserta kita bisa berprestasi atau menembus ajang yang lebih tinggi," harapnya.
Namun lanjut Dini, yang diharapkan bukan hanya yang berprestasi. Sebab yang lebih penting duta, mesti dapat mengampanyekan lingkungan hidup. “Kita harap kegiatan ini dapat lebih ditingkatkan ke depannya. Kepada NGO-NGO lingkungan hidup, harap ikut berkolaborasi dengan kita untuk kegiatan-kegiatan ke depannya. Bila perlu kita datangkan dari kantor kementerian Lingkungan Hidup pusat," pungkasnya.
Sementara Wakil Bupati bersyukur kegiatan yang baru pertama kali digelar Kantor Lingkungan Hidup Kapuas Hulu ini mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat. Ini dapat dilihat dengan banyaknya penonton guna mendukung para peserta yang berlaga. Untuk itu, ia menyarankan agar di tahun-tahun mendatang, penyelenggaraannya menggunakan gedung yang lebih besar. “Melihat animo masyarakat ini, ke depannya masing-masing kecamatan akan mengutus peserta," imbau Agus Mulyana SH.
Selain memiliki pengetahuan mengenai lingkungan hidup, tentu peserta mesti memiliki kompetensi lainnya. Baik itu wawasan umum, komunikatif, dan lainnya. Wabup pun menilai wajar Kantor Lingkungan Hidup Kapuas Hulu menyelenggarakan kegiatan ini, lantaran Bumi Uncak Kapuas merupakan kawasan konservasi.
“Para peserta maupun semuanya harus mengetahui, bahwa sekitar 56 persen lahan telah kita berikan untuk konservasi. Ini merupakan komitmen Kapuas Hulu dan perlu dijaga dan dilestarikan. Dengan mendeklarasikan sebagai kawasan konservasi, Kapuas Hulu berharap alamnya dapat dilindungi. Sementara apakah akan ada kontribusi imbal jasa lingkungan dari dunia, itu nomor dua," terangnya.
Ke depannya, Wabup mengharapkan, juri menilai peserta bukan saat seleksi seperti ini saja. Namun patut dipertimbangkan, lingkungan atau rumah peserta juga didatangi. Untuk melihat, apa benar peserta menerapkan lingkungan hidup. Karena peserta tidak hanya mesti memiliki pengetahuan, tapi juga bisa mensosialisasikan dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-harinya di masyarakat. “Kegiatan ini bukan seremonial semata untuk memenuhi Undang-Undang dari pemerintah pusat, tapi bagi Kapuas Hulu sebagai wahana menggaungkan kepada pemerintah provinsi dan pusat bahwa kita memiliki wilayah konservasi yang luas," ujar Agus.
Saat grand final mendapat perhatian masyarakat yang memenuhi Gedung Paroki. Awalnya dari 32 peserta dipilih lima besar kategori putra dan lima besar kategori putri. Dari masing-masing lima besar itu, akhirnya juri memutuskan Duta Lingkungan Hidup Kapuas Hulu kategori putra, yaitu Muhammad Sukri, dengan nomor urut 29. Sementara kategori putri yang dinobatkan sebagai duta lingkungan hidup yaitu Klothilde Sikun SSI, dengan nomor urut 08.

Sabtu, 06 April 2013

Kapuas Hulu Peringkat Dua STQ Kalbar

Putussibau. Selain sukses sebagai penyelenggara, Kapuas Hulu sukses prestasi diajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-22 tingkat Kalbar yang ditutup Bupati AM Nasir SH, Kamis (4/4) malam kemarin di Terminal Kedamin, Putussibau. Kapuas Hulu berhasil meraih peringkat ke-2, dibawah Kota Pontianak yang berhasil menjadi juara umum.
Prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Kapuas Hulu. Bahkan sebagai bentuk penghargaan dan motivasi bagi peserta Kapuas Hulu yang berhasil meraih juara, pemkab memberikan bonus. Peserta yang berhasil juara I mendapat bonus dari pemkab Kapuas Hulu sebesar Rp 15, juara II Rp 10 juta, juara II Rp 5 juta dan juara harapan Rp 3 juta. "Ini bukan menghamburkan uang, tapi untuk memotivasi peserta. Dengan adanya motivasi seperti ini, semoga semakin banyak anak-anak Kapuas Hulu giat belajar Al-Quran," ujar Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH.
Selain Bupati yang didampingi Nyonya Erlina Wati Nasir SH, hadir pula ketua LPTQ Provinsi Kalbar H Syakirman dan instansi vertikal. Bahkan pembukaan tersebut dihadiri pula sesepuh dan mantan Bupati Kapuas Hulu Abang Tambul Husen.
Sementara itu, membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Bupati mengatakan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah, bupati/walikota, offisial dan dewan hakim yang berpartisipasi dalam STQ ke-22 ini. Penghargaan juga diberikan kepada jajaran pemkab Kapuas Hulu atas bantuan, partisipasi serta dukungan moril dan materil. Sehingga STQ dapat berjalan sesuai harapan semua. "Saya percaya karena keseriusan dan partisipasi semua pihak, STQ tingkat provinsi dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar dan sukses," katanya.
Penyelenggaraan STQ ke-22 tingkat provinsi Kalbar secara keseluruhan dinilai cukup berhasil. Hal ini ditunjukan dengan dan suksesnya setiap kegiatan yang dilaksanakan, walau pun ada kekurangannya. Tapi ini tidak mengurangi semangat untuk berprestasi dan menjalin silaturahmi sesama kafilah. "Saya mengucapkan selamat kepada para kafilah atau peserta atas prestasi dan peringkat terbaik diberbagai cabang yang diraih. Semoga prestasi ini dapat dijadikan motivasi dalam mengembangkan dan pembinaan keagamaan di daerah. Untuk itu kepada para pemenang hendaknya senantiasa terus menerus meningkatkan kemampuan dan berupaya mempersiapkan diri untuk menghadapi STQ ke-22 tingkat nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan datang," terangnya.
Bagi peserta yang belum berhasil meraih prestasi, hendaknya menjadikan momen ini sebagai kesuksesan yang ditunda. Sehingga dapat memotivasi dan memacu diri dalam mengikuti even-even seperti ini dilain waktu dan kesempatan. "Kemudian hendaknya STQ yang telah dilaksanakan ini dapat diambil nilai-nilai positifnya. Yaitu dapat memberikan pencerahan terhadap keselarasan kehidupan antar umat beragama, dapat meningkatkan rasa persatuan dari segala perbedaan yang ada. Dimana sesungguhnya perbedaan itu indah dan merupakan aset dalam pembangunan daerah," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia dan sekaligus ketua LPTQ Kapuas Hulu Drs H Hasan M MSi, menuturkan pelaksanaan STQ ke-22 berjalan tertib, aman dan lancar. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia. Bahkan yang menjadi kebanggaan, selama penyelenggaraan antusias masyarakat untuk menonton begitu tinggi. Baik saat pembukaan, perlombaan, hingga penutupan. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung sehingga penyelenggaraan STQ ini berjalan dengan lancar," ujarnya.

Sukses Sebagai Tuan Rumah

Berbagai pujian dilontarkan kepada Kapuas Hulu, karena sukses menjadi tuan rumah STQ ke-22 tingkat Kalbar. Ketua LPTQ Provinsi Kalbar, H Syakirman mengatakan ketika STQ akan digulirkan ke daerah, ia juga berharap dapat dilaksanakan di Kapuas Hulu. Pasalnya ia juga sempat menyaksikan penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Kapuas Hulu yang sukses digelar. "Dan ternyata benar ketika STQ ini, mulai dari pembukaan hingga penutupan berjalan sukses. Teima kasih kepada bupati dan segenap jajarannya selaku tuan rmh, berhasil menyelenggarakan dengan sempurna," katanya.
Yang membuat Syakirman lebih terharu, sejak awal STQ ini didukung masyarakat Kapuas Hulu. Mulai partisipasi berbagai agama dan suku, hingga antusias penontonnya. "Saya banyak mengikuti MTQ atau STQ baik ditingkat provinsi dan nasional, jarang dipadati penonton seperti di Kapuas Hulu ini," katanya.
Selain kuantitas, Syakirman juga menilai kualitas STQ menunjukkan tren peningkatan. Khusus untuk tilawah dewasa, memenuhi standar nasional. "Mudah-mudahan ini dapat menjadi modal untuk mengharumkan Kalbar ditingkat nasional," harapnya.
"Kepada yang menang selamat, tapi jangan terlena, tetap berlatih dan perdalami, walau pun nanti akan ada pemusatan pelatihan sebelum diberangkatkan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan waktu sekitar dua bulan ini mudah-mudahan kita bisa meningkatkan kemampuan peserta, sehingga STQ tingkat nasional kita bisa meraih hasil yang diidamkan, mohon doa seluruh masyarakat," lanjutnya.
Tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, Kapuas Hulu dianggap sangat baik dalam memberikan pelayanan kepada para kafilah. Setidaknya ini lah yang dirasakan Tajudin SPdI, salah seorang pengurus LPTQ Kabupaten Landak selama penyelenggaraan STQ ke-22 tingkat Provinsi Kalbar di Kapuas Hulu. “Penyelenggaraan STQ di Kapuas Hulu sangat sukses, mulai dari penyambutan yang dilakukan panitia sampai usai pelaksanaan sangat luar biasa dan memuaskan. Baik masalah penginapan dan makanan para peserta maupun official,” katanya.
Untuk itu, pengurus LPTQ Landak mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kapuas Hulu dan panitia atas kerjasamanya. “Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah,” ujarnya.
Pria yang juga berprofesi sebagai guru ini, mengharapkan kesuksesan Kapuas Hulu menjadi tuan rumah dapat pula menjadi contoh daerah lain dan bahkan dapat ditingkatkan. Pasalnya panitia mampu mendesain ajang dua tahunan ini menyedot perhatian masyarakat. Ini terbukti dengan mulai dari pembukaan, pertandingan, hingga penutupan, selalu dipadati penonton. “Semoga pelaksanaan STQ ini dapat menjadikan dan memasyarakatkan Qurani disemua lini kehidupan masyarakat,” harapnya.