Kamis, 28 Maret 2013

GP Speedboat Sedot Perhatian Warga

Jongkong. Turnamen Grand Prix (GP) Speedboat yang diselenggarakan di Sungai Kapuas Dusun Mentipang Desa Ujung Jambu Kecamatan Jongkong sukses digelar. Perlombaan yang tergolong unik ini bahkan menyedot perhatian masyarakat untuk menontonnya.
Pertandingan yang menggunakan speedboat 15 PK ini dibagai dalam dua kelas. Kelas original diikuti enam tim yang terdiri dari 21 peserta. Sedangkan kelas modifikasi diikuti delapan tim dengan 24 peserta. “Perlombaan ini dimulai dan dibuka pada hari Sabtu (16/3) kemarin,” kata Den, Ketua panitia.
Partai puncak atau final dan sekaligus pembagian hadiah diselenggarakan pada Senin (18/3). Untuk kelas original berhasil juara I dari tim Monster dengan nama peserta Aswan. Sedangkan untuk kelas modifikasi juara I diraih tim Selimbau dengan nama peserta Aan. Kegiatan yang bertujuan untuk hiburan masyarakat ini memang tidak berlimpah hadiah. Karena bagi juara I selain hanya memperoleh uang Rp 1 juta dan juga piala.
Dijelaskan Den, perlombaan ini sudah empat kali diselenggarakan ditempat yang sama. Tujuannya memberikan hiburan gratis bagi masyarakat. Sehingga tidak heran selama pertandingan antusias masyarakat begitu tinggi untuk menonton. Pasalnya selain masyarakat kurang hiburan, perlombaan ini tergolong menegangkan. Tidak mengherankan, bahkan masyarakat danau banyak menonton pertandingan yang hanya diselenggarakan di Jongkong ini. “Enam bulan kedepan, rencananya kami bermaksud menyelenggarakan pertandingan ini lagi,” ujarnya.
Ditambahkan Den, sebenarnya mereka bermasuk ingin memperluas penyelenggarakan menjadi tingkat kabupaten. Namun karena terbentur dana, sehingga baru bisa diadakan pada tingkat kecamatan. “Mudah-mudahan saja untuk tahun-tahun berikutnya bisa (tingkat kabupaten). Namun yang pasti,ini baru disini  diselenggarakan pertandingan tersebut, karena ditempat lain belum pernah,” tuntasnya.

Selasa, 26 Maret 2013

Diperkosa Penjual Kaligrafi Keliling

*Bunga Sudah Dua Kali Diperkosa
Putussibau. Bunga, 20, (bukan nama sebenarnya) diperkosa dua orang penjual kaligrafi keliling, di Jalan Lintas Timur, Rabu (20/3) sekitar pukul 09.00. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan Polsek Putussibau Selatan.
Bunga yang merupakan warga Sintang ini tinggal di rumah orangtua angkatnya. Saat itu pasangan pemilik rumah sedang bekerja. Sehingga di kediaman itu hanya ada ia dengan anak pemilik rumah yang berusia sekitar empat tahun. “Saat itu anak pemilik rumah sedang tidur di kamar orangtuanya,” ujar Kapolres Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianto SIK melalui Kapolsek Putussibau Selatan IPTU Yudi Sutrisno, Senin (25/3) di ruang kerjanya.
Kemudian datang dua orang penjual kaligrafi keliling menawarkan barang bawaannya. Namun Bunga tidak mau membelinya, sehingga akhirnya dua orang tersebut pulang. Tidak lama, tiba-tiba kedua pelaku datang lagi dan masuk ke rumah melalui pintu belakang. Ketika di dalam rumah, pelaku menodongkan pisau ke arah korban. Dalam kondisi ketakutan ditodong pisau, Bunga akhirnya pingsan.
Saat pingsan itulah, diduga kedua pelaku memperkosa Bunga. Pasalnya ketika Bunga sadar dari pingsan, ia mendapatkan dirinya dalam keadaan sudah bugil. Peristiwa pemerkosaan tersebut berada di ruang tengah depan televisi. “Ketika sadar dari pingsan, korban juga melihat rumah sudah acak-acakan,” kata Kapolsek.
Sebab selain memperkosa, pelaku juga mencuri uang di rumah tersebut. Karena uang milik Bunga sekitar Rp400 ribu hilang didalam dompetnya. Sementara uang Rp1,3 juta dalam koper kamar pemilik rumah juga hilang. “Korban menghubungi pemilik rumah, setelah diperiksa ada uang miliknya yang hilang,” pungkas Yudi.
Kasus ini pun telah dilaporkan Bunga ke Polsek Putussibau Selatan. Terhadap Bunga pun, polisi sudah melakukan visum. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya. “Kita imbau supaya masyarakat berhati-hati, apalagi terhadap orang yang tidak dikenal. Kalau melihat orang asing yang mencurigakan, harap lapor ke kepolisian terdekat,” imbau Kapolsek.
Ternyata kasus pemerkosaan yang menimpa Bunga ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya di Sintang, Bunga juga pernah diperkosa saat ia SMP. Bahkan pelaku pemerkosaan terhadap Bunga yang merupakan anak SMA telah ditahan.

35 Peserta Bersaing Menjadi Duta Lingkungan Hidup

Putussibau. 35 peserta bersaing menjadi yang terbaik dalam ajang pemilihan duta lingkungan hidup Kapuas Hulu. Proses penyeleksian yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka Kepala Kantor Lingkungan Hidup Dini Ardianto SIP, Senin (25/3) sekitar pukul 09.00, yang ditandai dengan pemasangan selendang Finalis Duta Lingkungan Hidup kepada perwakilan peserta.
Peserta awalnya 47 orang, namaun 12 mengundurkan diri. Pengunduran diri ini karena mereka MID semester dan olimpiade mata pelajaran di sekolahnya masing-masing. Sehingga peserta tinggal 35 orang, terdiri dari Putra 17 orang dan putri 18 orang.
Usai dibuka, peserta yang berusia antara 16 hingga 23 yahun ini langsung diberikan pembekalan materi. Besok (hari ini, red) para peserta akan turun ke lapangan berkeliling mengunjungi pasar/TPA/tempat ibadah untuk melakuka kepedulian terhadap lingkungan. Sedangkan pada hari ketiga akan dilakukan free test atau interview kepada seluruh peserta. Sementara untuk puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 6 April malam di Gedung Paroki, Putussibau.
Dini Ardianto SIP mengatakan pemilihan duta lingkungan hidup ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan menggali kepedulian masyarakat Kapuas Hulu terhadap lingkungan. Sebab terasa aneh, Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi, tapi masyarakatnya kurang peduli akan lingkungan hidup. Sementara banyak LSM mau pun NGO lingkungan hidup luar masuk ke Kapuas Hulu. "Mulai saat ini kita mesti peduli, terutama para muda-mudinya," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini.
Seleksi ini, lanjut Dini untuk memotivasi supaya generasi muda Kapuas Hulu terlibat dalam menjaga lingkungan hidup. Jangan hanya tahu protes mengenai lingkungan, tapi tidak pernah berbuat untuk lingkungan hidup. Tujuan lainnya, pemilihan duta ini untuk mengkampanyekan lingkungan hidup, khususnya di Kapuas Hulu. "Kemudian bagaimana kita berusaha mencegah kerusakan lingkungan hidup yang terus meningkat," ujarnya.
Pada pemilihan duta lingkungan hidup ini, tidak cukup melihat penampilan wajah saja, tapi aspek yang utama adalah kepedulian peserta terhadap lingkungan hidup. Untuk itu bagi finalis ini sewaktu-waktu dapat dilibatkan Kantor Lingkungan Hidup untuk berkampanye atau bersosialisasi. "Disamping yang juara, tapi juga yang tidak juara. Minimal utk menyampaikan mengenai lingkungan hidup kepada masyarakat. Tolong kepada juri untuk benar-benar selektif dan profesional dalam memberikan penilaian, sehingga yang terpilih benar-benar yang terbaik, dari semua peserta yang terbaik ini," imbau Dini.
Dilanjutkan Dini, menjadi duta lingkungan hidup merupakan tugas mulia. Untuk itu duta lingkungan hidup jangan hanya sekedar pajangan, tapi harus dapat menyampaikan pesan-pesan lingkungan hidup. "Kita akan mencari pemenang satu putra dan satu putri, yang akan mewakili Kapuas Hulu ditingkat Provinsi Kalbar.
Nanti bagi yang belum terpilih jangan berkecil hati dan dukung lah kawan yang menang," katanya.
Kepada yang memang, lanjut Dini juga tidak otomatis akan dikirim ketingkat provinsi. Pasalnya selama terpilih jadi juara, akan ada yang memantau perilakunya selama di masyarakat. "Walau pun juara 1, bisa saja akhirnya tidak dikirim, kalau perilakunya berubah dan tidak mencerminkan sebagai duta lingkungan hidup," tegasnya.
Sementara itu, Puja Murdianto SPd, Waka Kesiswaan MAN Putussibau, menyambut baik pemilihan duta lingkungan hidup ini. Apalagi MAN Putussibau terlebih dahulu sudah melakukannya ditingkat sekolah. Dengan kegiatan ini, akhirnya ada wadah pelajar untuk berkompetensi di level lebih tinggi lagi. "Proses pemilihan harus benar-benar profesional, sehingga ketika mewakili Kapuas Hulu ditingkap provinsi dapat bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di Kalbar," pesannya.

Senin, 25 Maret 2013

Pencanangan Car Free Day di Kapuas Hulu

Putussibau. Seperti yang telah diselenggarakan di daerah-daerah lainnya, Kabupaten Kapuas Hulu pun melaksanakan Car Free Day yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada sampai Jalan DI Panjaitan, Putussibau. Hari bebas kendaraan bermotor dibuka dan sekaligus dicanangkan oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH, Minggu (24/3) pagi.
Hadir mendampingi Wabup, Ketua GOW Kapuas Hulu Terina Timas Agus Mulyana AMd. Tampak hadir pula Ketua TP PKK Kapuas Hulu Erlina Wati Nasir SH dan Dandim 1206/PSB Letkol Inf H Jayusman serta beberapa kepala SKPD. Sementara ribuan masyarakat yang hadir, mulai dari orang tua hingga anak-anak dan pelajar. "Hari ini mulai kita canangkan dan setiap hari minggu diselenggarakan Car Free Day ditempat ini. Atas nama pemda kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas respon positifnya dan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini," kata Agus Mulyana SH. Dilokasi ini, tidak hanya bebas terhadap kendaraan bermotor, tapi ada berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat. Sebab berbagai kalangan dipersilakan untuk berekspresi, senam, berolah raga dan lain sebagainya. "Sambil kita berkumpul satu sama lain. Harapan kita dengan kegiatan ini masyarakat semakin dipersatukan. Karena apa pun yang kita rencanakan untuk membangun Kapuas Hulu, kalau dilakukan secara bersama-sama diharapkan berjalan baik," terang Wabup.
Untuk itu, Agus meminta masyarakat mendukung Car Free Day ini agar dapat berlangsung setiap minggunya. Selain membangun dengan tetap memperhatikan lingkungan, agar hidup selalu sehat. "Ikuti lah kegiatan ini dengan baik dan tertib. Kepada panitia harap dapat mengevaluasi setiap minggunya nanti," pesan Wabup.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Hadi Pranata SSTP menuturkan Car Free Day ini direncanakan berlangsung setiap hari minggu dari pukul 06.00 - 10.00 sepanjang tahun 2013. Kegiatan Car Free Day seperti ini telah menjadi tren yang dilaksanakan pada kota-kota diwilayah Indonesia. "Car Free Day diinspirasi oleh kesadaran akan menipisnya cadangan sumber daya alam, khususnya minyak bumi serta meningkatnya emisi gas kendaraan bermotor, rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global," ujarnya.
Lebih lanjut, pelaksanaan Car Free Day ini merupakan upaya strategis dalam memeriahkan kota, karena didalamnya akan terdapat berbagai aktivitas yang direpresentasikan melalui kegiatan olah raga, market day serta hubungan sosial kemasyarakatan. Sebagai salah satu implementasi dari kesadaran terhadap pola hidup sehat, dengan diadakannya Car Free Day ini turut menjadi sarana yang memotivasi seluruh masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga. Karena konsep yang disajikan berupa olahraga kreasi. "Selanjutnya dengan adanya Car Free Day dapat menjadi ajang bagi usaha kecil dan menengah lokal untuk mempromosikan produk-produknya agar lebih dikenal masyarakat," kata Aan, sapaan akrab Hadi Pranata.
Ditengah acara disisipkan dengan hadirnya para musisi dan seniman Kapuas Hulu, semakin menambah semaraknya event car free day. Hal ini merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat Kapuas Hulu, apalagi kegiatan ini bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan lingkungan dan memelihara kesehatan keluarga.
Kapuas Hulu, jika dilihat kasat mata tentunya masih memiliki kawasan hutan yang cukup banyak dan masih mensuplai oksigen yang baik. Tingkat polusi yang diakibatkan oleh kendaraan pun masih sangat rendah. Namun apabila dengan membiarkan kondisi dimana lingkungan dalam keadaan tidak terawat dan penggunaan energi yang berlebihan serta mengkonsumsi terhadap kendaraan yang semakin hari semakin meningkat dengan tidak memperhatikan tingkat kelayakan dari kendaraan tersebut lama kelamaan juga akan menimbulkan masalah terhadap pencemaran udara. Apa bila tidak dimulai dari sekarang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan maka lama kelamaan akan memiliki dampak negatif juga bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. "Dalam rangka mengurangi polusi yang diakibatkan oleh gas monoksida dan carbon dioksida, car free day adalah sebuah momentum penting bagi masyarakat Kapuas Hulu dalam bertransfromasi menuju masyarakat sehat yang peduli terhadap lingkungan," jelasnya.
Usai dilakukan pencanangan yang ditandai pemotongan pita oleh Wabup, dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti ribuan masyarakat. Setelah pembagian doorprize, dilanjutkan dengan penampilan berbagai aksi dan kreasi anak-anak muda Kapuas Hulu mewarnai hari pertama Car free day ini.

Kamis, 21 Maret 2013

Perjuangkan Pemekaran Kecamatan Putussibau Timur

Cempaka Baru. Kecamatan Hulu Kapuas dibatalkan, kini masyarakat kembali mengajukan pemekaran kecamatan yang diberi nama Putussibau Timur. Sebelas desa siap berjuang untuk mewujudkan daerah otonom baru ini.
“Keinginan masyarakat untuk memekarkan kecamatan ini, dimulai dengan pembatalan Perda nomor 10 tahun 2006. Kami bersama pemuka masyarakat tetap berkeinginan pemekaran kecamatan terjadi. Untuk sementara nama yang kami berikan Kecamatan Putussibau Timur. Nama ini belum final, karena bisa saja berubah nantinya sesuai keinginan masyarakat bersama,” ujar P Tukimin, Ketua Umum Panitia Pemekaran Kecamatan Putussibau Timur.
Sebelas desa yang akan bergabung dengan Kecamatan Putussibau Timur. Tujuh desa berasal dari Kecamatan Putussibau Selatan dan empat desa berasal dari Kecamatan kalis. Dari Kecamatan Putussibau Selatan, yaitu desa Urang Unsa, Suka Maju, Cempaka Baru, Beringin Jaya, Koreho, Bungan jaya, dan Tanjung Lokang. Sementara dari Kecamatan Kalis, yaitu Desa Lebangan, Tapang Da’an, Nanga Raum,dan Rantau Bumbum. “Sebelas desa ini terdiri dari 22 Dusun, dengan luas sekitar 5.141,87 km2 dan jumlah penduduk sekitar 6.840 jiwa,” jelasnya.
Untuk merealisasikan ini telah dibentuk panitia pemekaran Kecamatan Putussibau Timur pada tanggal 20 Februari 2013. Tiga hari berikutnya panitia langsung menggelar rapat yang menghasilkan keputusan menetapkan Ibu Kota Kecamatan berada di Desa Cempaka Baru atau dulunya yang dikenal dengan Nanga Erak. Tim juga telah melakukan sosialisasi kepada sebelas desa yang akan diusulkan menjadi kecamatan baru. “Pada intinya saat kami sosialisasi kesebelas desa, masing-masing Kades beserta perangkat adatnya menyampaikan secara lisan setuju. Hanya saja mereka ingin berkonsultasi dan melakukan rapat dengan masyarakatnya terlebih dahulu,” pungkas Tukimin.
Motivasi masyarakat untuk memekarkan diri dalam rangka rentang kendali pelayanan dan sejarah bahwa di Nanga Erak pernah memiliki kantor camat penghubung. Pada waktu itu hanya ada dua kantor penghubung, yaitu di Nanga Erak dan Suhaid. Sementara Suhaid sudah lama menjadi kecamatan baru, namun Nanga Erak sampai saat ini belum menjadi kecamatan. “Mengapa kok Nanga Erak tidak bisa. Padahal keinginan masyarakat ini sudah lama di Nanga Erak, karena dulunya ada kantor camat penghubung. Bahkan masyarakat sudah mempersiapkan berhektar-hektar lahan untuk dijadikan lokasi camat maupun unit-unit kerja untuk mendukung pemerintahan kecamatan,” katanya.
Tukimin merasa yakin pemekaran ini dapat terealisasi. Apalagi kawasan ini merupakan perbatasan dengan negara tetangga. Sedangkan pemekaran daerah yang berbatasan dengan negara tetangga merupakan prioritas pemerintah pusat. “Bahkan sebenarnya saya ada baca harian dari pusat yang menyayangkan Kecamatan Hulu Kapuas dibatalkan. Tapi itu lah politik, dimana saat itu merupakan usulan dari atas dan kurang sosialiasi. Namun kali ini, Kecamatan Putussibau Timur ini merupakan murni usulan dari bawah dan kita sudah sosialisasi ke sebelas desa calon yang bergabung dengan Kecamatan Putussibau Timur,” terangnya.
Dilanjutkan Tukimin, keinginan masyarakat ini juga dalam rangka menjunjung dari keinginan para tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal. Padahal mereka dulunya telah menghibahkan lahan. Sehingga masyarakat memiliki komitmen melanjutkan perjuangan mereka ini. “Selain itu manfaat pemekaran ini sangat banyak. Apalagi akan ada tujuh desa yang akan dilalui Jalan Lintas Timur yang rencananya akan dibangun pemerintah pusat,” tambahnya.

Perbatasan Kawasan Terdepan, Terisolasi, dan Termiskin

*Bupati Buka Rakorbangtas
Putussibau. Banyak persoalan yang dihadapi masyarakat perbatasan, seperti dikenal dengan isu politik 3 T, yaitu terdepan, terisolasi dan termiskin. Selain itu, bantuan anggaran baik melalui APBD maupun APBN masih terbilang minim untuk membangun kawasan perbatasan.
Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH mengatakan, Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kapuas Hulu baru dibentuk sekitar setahun lalu, belum banyak yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kawasan perbatasan. “Karena itu melalui Rakor ini, saya berharap kita dapat melakukan proses sinkronisasi dan konfirmasi terhadap usulan-usulan rencana aksi yang diperlukan, agar penetapan kebijakan program pembangunan kawasan perbatasan dapat dilakukan melalui proses yang baik, terpadu, terarah dan sinergis,” katanya saat membuka Rakor pembangunan kawasan perbatasan (Rakorbangtas), Rabu (20/3) pagi di Hotel Sanjaya, Putussibau.
Rakor yang dihadiri berbagai kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan instansi vertikal ini diharapkan dengan proses yang baik tersebut dapat menghasilkan output kebijakan program yang tepat – fokus lokasi prioritas dan fokus problem. Sehingga pada akhirnya benar-benar dapat memberikan dampak positif yang konkrit bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Keseluruhan langkah-langkah perumusan dan penetapan program pembangunan kawasan perbatasan sangat lah penting. “Kesemuanya ini diperlukan dalam rangka kita memperbaiki dan mengoreksi kelemahan dan kesalahan terkait pengambilan kebijakan pengelola kawasan perbatasan yang lebih sering parsial dan overlap serta diperparah oleh ego sektoral berbagai instansi terkait secara langsung dengan program pengelola kawasan perbatasan,” terang Nasir.
Melalui forum rapat ini diharapkan kebijakan program pembangunan kawasan perbatasan di semua sektor akan menjadi lebih valid, fokus dan terpadu serta lebih sinergis lintas sektor. Mulai dari pusat sampai ke daerah. Disamping itu, bupati mengharapkan agar lokasi-lokasi prioritas yang telah ditetapkan pemerintah pusat untuk kabupaten, kebijakannya dilakukan dengan prinsip skala prioritas, terarah, bertahap dan berkesinambungan. “Sehingga pada akhirnya manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat perbatasan,” ujar Bupati.
Kepala BPP Kapuas Hulu Robertus Jantan Gampa SH menuturkan peserta rakor adalah para kepala SKPD dan camat di kawasan perbatasan. Sementara narasumber selain dari BPP Kapuas Hulu, Bappeda Kapuas Hulu ada juga dari pejabat BNPP RI. “Maksud rakor ini menyampaikan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan pengelolaan seluruh potensi yang ada di kawasan perbatasan. Kemudian menyamakan konsep dan persepsi menyangkut program antara kementerian atau lembaga dan daerah yang ada di kawasan perbatasan dengan bottom up dan top down planning,” paparnya.
Selain itu tujuan yang ingin dicapai dari rakor ini mengakomidir berbagai masukan sebagai bahan penyusunan RKP dan rencana aksi pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan tahun 2014. Tujuan lainnya guna meminimalisasi kesalahan-kesalahan perencanaan. “Sebab jika terjadi kesalahan dalam perencanaan, maka kita telah menjalankan kebijakan yang salah,” kata Jantan.

Rabu, 20 Maret 2013

Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Lahan dan Hutan

PutussibauKapores Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianto SIK memerintahkan jajarannya agar menindak tegas para pelaku pembakaran lahan dan hutan diwilayah hukumnya. Sebab kebakaran lahan dan hutan banyak menimbulkan kerugian.
Dijelaskan Kapolres bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan ada sanksi hukumnya. Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dimana pelaku dapat diancam dengan pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Milyar. Selain itu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Apabila dilakukan dengan sengaja diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Milyar. Sementara apabila karena kelalaian, pelaku diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan dendan Rp 3 Milyar. “Kemudian ada juga Undang-Undang Nomor 23Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya,” tegas Dhani.
Tindakan tegas ini akan dilakukan karena Kapolres merasa prihatin dengan masih maraknya kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah tempat di Propinsi Kalbar. Sehingga Kapolres menganggap perlu upaya-upaya antisipasi, agar tidak terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu. Sebab pembakaran lahan dan hutan akan mengakibatkan kerugian yang cukup banyak. Selain dapat menggangu kelancaran transportasi udara, darat dan laut, kebakaran lahan akan berdampak pada kesehatan, khususnya gangguan pernapasan atau ispa. “Untuk mengantispasi berbagai dampak tersebut, kita merasa perlu melakukan antisipasi agar kebakaran lahan dan hutan tidak terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu,” katanya.
Dijelaskan Kapolres, adapun upaya-upaya yang telah dilakukan yaitu memerintahkan Kapolsek-Kapolsek se-Kapuas Hulu untuk memberikan sosialisasi mengenai larangan membakar lahan dan hutan. Sosialisasi ini menggandeng seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya. “Dalam sosialisasi ini kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dan menjaga agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ujar Kapolres.
Upaya lain yang dilakukan, bersama-sama dengan instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk memantau kawasan yang dianggap rawan kebakaran. Sehingga apabila ada kobaran api dilahan dan hutan tersebut dapat segera dipadamkan, agar tidak meluas merambat kemana-mana. Untuk itu, Kapolres mengajak peran serta masyarakat agar dapat memantau wilayahnya masing-masing supaya tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan.  Apabila ada lahan dan hutan yang terbakar agar segera  menghubungi Kapolres Kapuas Hulu dengan nomor 085348149494, Kabag Ops di nomor 08125712380, Kasat Reskrim  di nomor 081357882004 atau masyarakat dapat melaporkan ke Polsek terdekat.

Sabtu, 16 Maret 2013

Surga Para Pecandu

Tak dapat dimungkiri, peredaran gelap narkoba (narkotik, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya) begitu marak di Indonesia. Berbagai kasus penyalahgunaan narkoba atau napza telah berhasil diungkap. Bahkan pada 11 Maret 2013 kemarin, petugas kembali berhasil mengungkap penyeludupan ekstasi sebanyak 400 butir senilai Rp 70 miliar yang dikirim dari Belanda.
Dari tahun ke tahun pengungkapan peredaran gelap narkoba yang dilakukan kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNN, sejak tahun 2007 sampai dengan 2011, tercatat 139.199 kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba. Data ini belum termasuk kasus yang diungkap oleh BNN sendiri, di mana pada tahun 2009 hingga 2011 berhasil mengungkap 152 kasus narkoba. Berdasarkan hasil survei BNN bekerja sama dengan UI dan universitas lain, terjadi peningkatan persentase prevelensi pengguna narkoba di Indonesia.
Tingkat prevelensi narkoba (perbandingan antara pengguna/pengedar dengan jumlah penduduk) di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 1,99 persen, kemudian meningkat menjadi 2,2 persen pada tahun 2011, dan diperkirakan hingga tahun 2015 akan naik menjadi 2,8 persen atau sekitar 5,1-6 juta jiwa. Prediksi ini cukup beralasan mengingat pada tahun 2011 saja jumlah pengguna narkoba di Indonesia telah mencapai 3,8 juta orang dan meningkat menjadi 4,32 juta pada tahun 2012.
Maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia jelas sangat memprihatinkan. Apalagi yang menjadi korbannya berbagai lapisan masyarakat kita. Saking maraknya peredaran narkoba di Tanah Air, Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai surga bagi peredaran narkoba. Bahkan pengedar dunia menjadikan kawasan Indonesia sebagai potensial pemasaran barang haramnya.
Ini dapat dilihat banyaknya terungkap narkoba yang berusaha dimasukkan ke Nusantara ini. Baik melewati udara, laut, maupun darat. Itu mungkin hanya sebagian kecil saja yang terungkap, karena diyakini masih banyak berbagai jenis barang haram tersebut yang berhasil lolos.
Begitu berbahayanya narkoba, sehingga persoalan ini mesti menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya narkoba membawa banyak dampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. Bukankah sudah banyak anak negeri ini yang nyawanya hilang sia-sia akibat narkoba? Belum lagi narkoba juga dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS, terutama untuk penggunaan narkoba yang menggunakan jarum suntik.
Perang terhadap narkoba, memang pemerintah sudah membentuk lembaga khusus untuk membantu kepolisian guna menangani narkoba di Tanah Air, yaitu BNN. Tidak hanya di pusat, bahkan badan ini ada di setiap provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Bahkan tidak seperti kasus pidana lainnya, kasus narkoba menggunakan undang-undang tersendiri, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Namun itu dirasakan belum cukup, karena banyak kalangan yang menilai hukuman bagi pelaku narkoba masih tergolong ringan. Akibatnya Indonesia dijadikan ladang subur untuk bermain narkoba. Bahkan sudah dipenjara pun mereka masih bisa bermain narkoba.
Narkoba tidak hanya mengancam kalangan tua, tapi juga anak-anak muda. Sebab anak-anak mudalah yang menjadi sasaran empuk para bandar. Selain jiwa mereka yang masih labil, anak-anak muda mudah dipengaruhi. Padahal mereka ini adalah penerus bangsa yang harus diselamatkan dari pengaruh buruk narkoba.
Perang terhadap narkoba harus ada kesadaran dari semua elemen masyarakat. Mulai dari diri sendiri dan peran orang tua di keluarga. Sehingga orang tua pun harus tahu dan mengerti mengenai narkoba. Bagaimana gejala pengguna dan pecandu narkoba. Perlunya orang tua memiliki pengetahuan akan narkoba, agar dapat memerhatikan tingkah laku atau gejala anaknya apakah sebagai pengguna atau bukan. Selain pengawasan, pendidikan agama terhadap anak mutlak dilakukan. Karena dengan agamalah seseorang dapat membentengi dirinya dari hal-hal yang negatif.

Jumat, 15 Maret 2013

BBI Klansin Panen 41 Ekor Arwana Super Red

*BBI Pertama Berhasil Memijah Arwana Super Red
Kalis. Untuk yang kelima kalinya BBI Klansin berhasil memijahkan ikan arwana super red (Scleropages formosus). Kali ini BBI yang berada di Kecamatan Kalis tersebut berhasil memanen sebanyak  41 ekor anak ikan arwana super red, Rabu (13/3) sore.
Selain pengurus BBI Klansin, proses panen disaksikan Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Ir Rismawati. “Untuk setingkat BBI di Indonesia, BBI Klansin lah yang pertama berhasil memijahkan arwana super red,” terang Rismawati sembari menyaksikan proses pemijahan arwana super red di kolam penangkaran BBI Klansin.
Rismawati menuturkan hasil pemijahan arwana super red tersebut akan dijadikan bakal calon induk di BBI Klansin. Sehingga BBI Klansin dapat mengembangbiakan lebih banyak arwana super red. “Hasil panen atau pemijahan ini akan kita kembangbiakan lagi untuk dijadikan induk di BBI Klansin ini. Agar kedepan BBI Klansin bisa memijahkan lebih banyak ikan arwana jenis ini,” jelasnya.
Sementara itu Kepala BBI Klansin, Ruslan Sutrisna mengatakan dari lima kali pemijahan yang sudah dilakukan, tiga diantaranya memiliki rentan waktu yang cukup singkat yakni dua sampai tiga bulan. “Tiga kali pemijahan terakhir yang kami lakukan waktunya cukup dekat. Pertama bulan Oktober 2012 berhasil memijah 31 ekor, kedua Desember 2012 berhasil memijah 42 ekor dan pemijahan kali ini yang berhasil memijah 41 ekor,” tutur pria yang akrab disapa Olan ini.
Keberhasilan ini dikarena BBI Klansin telah menemukan metode baru dalam mendukung proses pemijahan arwana super red. Metode ini diterapkan pada stabilitas ekosistem dari kolam ikan arwana tersebut. “Dalam metode  ini kita tidak menggunakan obat atau pun semacamnya kepada ikan arwana. Disini kita murni penyesuaian lingkungan kolam, dengan mengatur kondisi air dan pasang-surutnya termasuk pola pemberian pakan,” jelasnya.
Dilanjutkan dia, untuk persiapan pemijahan arwana super red di BBI Klansin, sudah disiapkan calon induk sebanyak 13 ekor. Sementara untuk pejantan, BBI Klansin masih mengandalkan 2 ekor yang telah dimiliki sejak tahun 2006 lalu. “Melalui induk-induk ini kita berharap pemijahan arwana super red kedepannya bisa lebih banyak dan lebih baik lagi,” harapnya.

Sabtu, 09 Maret 2013

Tiga Perampok Sadis Dibekuk

*Korban Dilumpuhkan, Ditusuk Pakai Obeng
Putussibau. Belum sempat kabur jauh, Elvin, 29, Lindung, 33, dan Muarif, 22, dibekuk jajaran Reskrim Polres Kapuas Hulu. Ketiga pria itu merupakan pelaku perampokan di kediaman Samcuan, 40, di Desa Buak Limbang, Kecamatan Pengkadan, Senin (4/3) sekitar pukul 02.30. Sementara, Dodi, rekan pelaku masih buron.
Samcuan dirampok ketika sedang tidur di depan televisi bersama istrinya Merry, 23 dan anaknya yang berusia lima tahun, Febri. Pelaku masuk ke rumah dengan cara merusak pintu belakang menggunakan linggis. Saat pemilik rumah sedang tertidur pulas, para pelaku dengan leluasa menggasak uang dan perhiasan korban.
Saat para pelaku sedang asyik mengemas barang berharga, Samcuan terbangun. Dia mendengar suara dari arah pintu dapur. Saat bangun dirinya langsung melihat bayangan seseorang melintas, ia kira istrinya. Namun tiba-tiba muncul beberapa orang dari arah kamar. Mengetahui Samcuan terbangun, salah satu perampok berusaha melumpuhkannya. Serangan pelaku sempat mengenai pelipis mata kiri Samcuan.
Sempat terjadi pergumulan antara korban dengan pelaku. Hingga akhirnya Samcuan dicekik pelaku. Istrinya, Merry, terbangun dan berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan tersebut, Elvin berusaha membekap mulut Merry. Tidak sampai di situ, Elvin pun menusukkan obeng yang dibawanya ke tubuh Merry.
Merasa aksinya kepergok dan korbannya sudah berteriak, ketiga pelaku kabur. Namun nahas bagi Elvin, ia berhasil ditangkap warga. Alhasil ia pun sempat dihakimi dan diikat warga. Hingga akhirnya Elvin diamankan di Polsek Pengkadan.
Berdasarkan nyanyian Elvin, akhirnya petugas membekuk Lindung, pria kelahiran Sleman, pada Selasa (5/3) malam di Kecamatan Boyan Tanjung. Keesokannya petugas kembali berhasil menangkap pelaku lainnya, Muarif, pria kelahiran Magelang, di Kecamatan Mentebah. “Sementara Dodi masih dalam pengejaran. Untuk menangkapnya tinggal menunggu waktu, sebab kita sudah tahu arah pelariannya,” ujar AKP Oloan Siahaan SIK, Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Jumat (8/3).
Selain ketiga pelaku, petugas berhasil mengamankan linggis, tas selempang, penutup wajah dan obeng, dompet milik Samcuan. Ketiga pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. “Dari keterangan pelaku, mereka sudah tiga kali melakukan pencurian. Pertama gagal dan kedua berhasil serta ini yang ketiga kalinya. Sementara otak dari perampokan ini Lindung,” jelasnya.
Kapolres AKBP Dhani Kristianto SIK menjelaskan, di Kapuas Hulu diakui adanya peningkatan kriminalitas yang signifikan sehingga mesti diwaspadai. Ini tidak lain lantaran Kapuas Hulu merupakan daerah berkembang, sehingga akan muncul pula kejahatan konvensional. Apalagi saat ini akses jalan di Kapuas Hulu semakin terbuka. “Tapi kita bersyukur dari beberapa aksi perampokan, kita berhasil mengungkapnya. Ini salah satu wujud kami memberikan pelayanan maksimal mungkin untuk mengungkap kasus,” kata Dhani.
Keberhasilan jajarannya ini diakui Kapolres tidak lepas dari dukungan masyarakat Kapuas Hulu. Ketika ada kejadian mereka dengan cepat memberitahukan kepolisian. Sehingga polisi dapat dengan cepat mengambil langkah dalam penanganannya. “Terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari masyarakat. Semoga ke depannya semakin dapat ditingkatkan,” harap Dhani.
Mengingat kriminalitas di Kapuas Hulu mulai bervariatif, terutama pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian sepeda motor (curanmor). Kapolres mengimbau masyarakat selalu waspada. Selalu menjaga harta bendanya dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dhani pun mengharap masyarakat dapat membantu kepolisian memberikan laporan apabila ada gangguan kamtibmas, baik minuman keras, perjudian, kebut-kebutan, dan lainnya.
Elvin, salah satu pelaku perampokan, mengatakan baru sekitar satu setengah bulan berada di Kapuas Hulu. Warga Jawa Timur ini ke Bumi Uncak Kapuas diajak Dodi yang menawarkan kerja jaga toko. Bukannya kerja di toko, Elvin sempat kerja jadi buruh bangunan. Hingga akhirnya ia nekat mencuri dengan dalih punya utang dan perlu uang untuk pulang ke Jatim. “Mencuri, saya diajak Dodi. Sedangkan Dodi diajak Lindung. Saya sempat dilihatkan SMS Lindung kepada Dodi. Kemudian kami ke rumah Muarif menyusun rencana pencurian tersebut,” kata pria bertato ini.
Ternyata bukan hanya sekali ini saja mereka berempat melakukan pencurian. Sebelumnya juga mereka pernah merencanakan pencurian di Kecamatan Boyan Tanjung, namun gagal lantaran pemilik rumah terbangun. Selanjutnya mereka kembali merencanakan pencurian aksi kedua yang berhasil menggondol uang korbannya Rp5 juta, juga di Kecamatan Boyan Tanjung. Baru aksi ketiga kalinya ini mereka bernasib sial dan akhirnya ketangkap polisi.

Jumat, 08 Maret 2013

Dominasi Malaysia di Beranda NKRI

Sebagai beranda depan NKRI, seharusnya kawasan perbatasan lebih diperhatikan. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga berbagai sendi kehidupan masyarakatnya. Sebab wajah kawasan perbatasan yang paling dekat dilihat negara tetangga.
Saya tidak tahu kondisi perbatasan daerah lain, tapi sedikit banyak saya paham kondisi perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Di berbagai sendi kehidupannya, mereka masih ketergantungan dengan negara tetangga Malaysia. Berbagai produk negeri jiran sangat mudah kita temukan di kawasan perbatasan. Dan masyarakat perbatasan pun lebih memilih produk Malaysia daripada asal negeri sendiri.
Kondisi ini tentu sangat kita sayangkan. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan masyarakat perbatasan. Mengingat produk-produk negeri tetangga sangat mudah didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau. Tidak seperti produk dalam negeri yang harganya relatif mahal lantaran sulit didatangkan dari Pontianak. Begitu pula dengan mobil Malaysia, seliweran di kawasan perbatasan.
Alasan lain masyarakat banyak menggunakan produk Malaysia karena mutu atau kualitasnya lebih terjamin. Sampai-sampai beras pun mereka lebih memilih dari Malaysia. Alasannya, selain murah, kualitasnya pun lebih terjamin. Ini hanya sebagian kecil produk Malaysia yang digunakan masyarakat perbatasan Indonesia. Karena masih banyak lagi produk-produk konsumtif milik Malaysia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Dominasi produk-produk Malaysia ini bahkan sempat diakui Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kapuas Hulu. Berdasarkan hasil survei mereka daerah perbatasan sekitar 85 persen masih dikuasai produk-produk Malaysia. Setidaknya produk Malaysia ini beredar di lima kecamatan di Kapuas Hulu. Meliputi Kecamatan Badau, Puring Kencana, Empangan, Batang Lupar, dan Embaloh Hulu. Maraknya peredaran produk Malaysia di perbatasan karena pedagang lebih mudah mendapatkannya. Daerah mereka dekat dengan perbatasan Malaysia. Bahkan bila dibandingkan ke ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, jaraknya lebih dekat dengan wilayah Sarawak.
Pengaruh Malaysia terhadap masyarakat perbatasan bukan hanya pada produk-produk konsumtif saja. Bidang komunikasi dan informasi pun dikuasai Malaysia. Untuk menangkap siaran televisi Malaysia, masyarakat tidak perlu repot-repot membeli parabola, karena cukup dengan antena biasa. Sementara ketika masyarakat ingin menonton siaran televisi nasional mereka harus membeli parabola lagi. Begitu pula dengan radio, milik Malaysia lebih mengudara. Kenyataan ini juga pernah diakui Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketergantungan masyarakat perbatasan terhadap negara kerajaan tersebut bahkan tidak habisnya. Untuk menopang kehidupan sehari-harinya, tidak sedikit mereka kerja ke negeri tetangga. Mereka menganggap penghasilan kerja di Malaysia lebih menjanjikan daripada dalam negeri. Begitu pula dengan berobat, masih ada dari mereka yang memercayakan kesehatannya kepada rumah sakit di Malaysia.
Begitu pengaruhnya Malaysia terhadap mereka, tidak heran di perbatasan masih banyak menggunakan dua mata uang ketika bertransaksi jual beli. Selain Rupiah, mereka pun sudah terbiasa menggunakan Ringgit. Lebih parah lagi, masalah waktu pun masih ada yang berpatokan dengan waktu Malaysia. Terutama orang-orang tua, bila mereka mengatakan jam 08.00, itu artinya jam 07.00 di Indonesia. Penggunaan waktu zona Malaysia ini lantaran masyarakat perbatasan banyak bekerja di Malaysia.
Tidak hanya masyarakat saja yang ketergantungan dengan Malaysia. Bahkan PLN yang notabene milik Pemerintah RI untuk melayani kebutuhan masyarakat perbatasan akan listrik pun mesti beli ke Malaysia. Mereka beralasan kebijakan tersebut diambil karena lebih efisien dan cepat. Sehingga tidak perlu pusing-pusing lagi membangun pembangkit listrik dan menyediakan bahan bakarnya. Bahkan untuk melayani masyarakat perbatasan akan listrik yang terus meningkat, PLN berencana kembali membeli listrik Malaysia atau untuk penambahan dayanya.
Memang setelah dijadikan sebagai beranda depan NKRI, kawasan perbatasan mulai tampak beberapa pembangunan. Namun bukan hanya pembangunan fisik yang mesti dilakukan. Karena pembangunan nonfisik lebih penting. Baik ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya juga harus mendapatkan perhatian serius. Bagaimana membuat mental masyarakat perbatasan agar tidak ketergantungan dengan Malaysia.
Apalagi perbatasan akan berkaitan dengan negara kesatuan. Jangan hanya masyarakat perbatasan dituntut memiliki jiwa nasionalisme, namun kepedulian pemerintah terhadap mereka minim. Ibaratnya bila ingin dicintai, maka cintailah orang lain.
Masyarakat perbatasan butuh peningkatan kesejahteraan. Bila dari segi ekonomi mapan, otomatis mereka akan kompak dan tidak akan terpengaruh-pengaruh dari luar negeri tetangga. Jangan beranda terdepan NKRI, hanya slogan semata tanpa ada implementasinya di lapangan.
Tulisan ini diharapkan pemerintah pusat lebih peduli terhadap perbatasan. Jangan sampai masyarakat perbatasan menganggap Malaysia yang lebih peduli terhadap mereka daripada negaranya sendiri. Ujung-ujungnya masyarakat perbatasan berbondong-bondong ingin menjadi warga negara Malaysia. Yang akhirnya akan membuat pemerintah pusat kebakaran jenggot.

Senin, 04 Maret 2013

Lagi, PLN Beli Listrik Malaysia

Putussibau. Ketergantungan masyarakat perbatasan terhadap Malaysia seolah tiada habisnya. Kebutuhan mendasar masyarakat akan listrik pun harus dipasok dari negeri serumpun tersebut. Bahkan rencananya PLN akan menambah daya listrik Malaysia untuk melayani masyarakat perbatasan.
Albert Safaria, Direktur PLN Rayon Putussibau menuturkan untuk melayani masyarakat perbatasan sementara waktu pihaknya membeli listrik Malaysia. Dengan kerjasama ini dirasakan lebih cepat pelaksanaanya serta lebih efesien. Sebab PLN tidak perlu repot-repot lagi membangun pembangkit listrik dan menyiapkan bahan bakarnya. "Pelayanan operasional tetap pada PLN, cuma setrumnya diambil dari Malaysia," ujarnya.
Dipaparkan Albert, PLN Rayon Putussibau memiliki dua unit PLN di perbatasan Kapuas Hulu, yaitu di Desa Badau Kecamatan Badau dan Desa  Nanga Kantuk Kecamatan Empanang. Di Badau PLN murni menggunakan listrik Malaysia. Sementara di Nanga Kantuk sudah memiliki pembangkit sendiri. Namun tetap saja masih membutuhkan listrik dari negeri jiran. "Karena siang dari listrik Malaysia, tapi malam menggunakan listrik kita sendiri," katanya.
Khusus di Kecamatan Badau, saat ini ada sekitatar 800 pelanggan. Kerjasama yang dimulai sejak tahun 2009 ini PLN mengontrak listrik Malaysia sebanyak 400 KVA. "Sistem pembayarannya oleh PLN wilayah Kalbar. Tugas kita mencatat KWH pelanggan dan pelanggan membayar sesuai pemakaiannya," ujar Albert.
Seiring kebutuhan masyarakat akan listrik terus tinggi, PLN pun kembali akan mengimport listrik negara tertangga tersebut. Tujuannya untuk menambah daya atau mengatasi kekurangan listrik. Pasalnya masih banyak masyarakat perbatasan yang masih belum menikmati listrik. Paling tidak diperlukan peningkatan data sebanyak 800 KVA.
Untuk masa transisi, PLN terpaksa membeli listrik dari Malaysia. Kedepannya tentu pemerintah melalui PLN akan berupaya sendiri memenuhi kebutuhan listrik di perbatasan. "Sekarang kita mulai merintis kearah itu," tandas Albert.

Minggu, 03 Maret 2013

Anyaman Keban Bronai Menarik Mata Dunia

*Raih Award of Excellence for Handicrafts 2012
Putussibau. Tidak hanya berhasil meraih juara satu kategori anyaman serat alam terunik di ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tingkat nasional di Jakarta pada Mei lalu. Kerajinan tangan Keban Bronai yang merupakan anyaman khas Kabupaten Kapuas Hulu meraih penghargaan dari dunia internasional.
“Ibu Rajemah dari Desa Temuyuk, Kecamatan Bunut Hulu sudah mengharumkan nama Kapuas Hulu, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat internasional. Sebab anyaman Koban Bronai mendapatkan Award of Excellence for Handicrafts 2012 South-East Asia Programme di ajang UNESCO Award of Excellence for Handicraft Product, dengan kriteria perajin yang sempurna,” ujar Erlina Wati Nasir SH, Ketua Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu, pada pembukaan pelatihan peningkatan Vocational bagi Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) 2013 anyaman Keban Bronai, Jumat (1/3) kemarin di Hotel Sanjaya, Putussibau.
Selaku ketua Dekranasda Kapuas Hulu, Erlina menyambut baik dilaksanakannya pelatihan ini, sebagai sebuah apresiasi positif untuk mendorong pengembangan produksi kerajinan anyaman Keban Bronai.
Kapuas Hulu yang miliki keanekaragaman kerajinan khas (handicraft) dan seni budaya. Kekayaan ini membuat produk kerajinan Kapuas Hulu memiliki struktur dan creative differences yang memberikan potensi dan daya tarik luar biasa. Apabila dibina dan dikelola dengan baik. Di antaranya tercermin melalui kreasi Keban Bronai, tenun rotan, manik-manik yang berasal dari 23 kecamatan di Bumi Uncak Kapuas.
Masing-masing suku dalam satu kecamatan memiliki kekhasan kearifan lokal seni budaya kerajinan dan sumber daya alam. Sehingga memengaruhi pula kepada bentuk kreasi produk kerajinan masyarakat.
“Dekranasda Kapuas Hulu telah memfasilitasi dan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap enam motif yang berasal dari berbagai suku di Kapuas Hulu,” kata perempuan yang juga menjabat Ketua TP PKK Kapuas Hulu ini.
Istri dari orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini mengatakan, Dekranasda Kapuas Hulu telah bersinergi kepada pemda melalui SKPD-SKPD dalam melakukan pembinaan yang serius terhadap perajin melalui rangkaian-rangkaian kegiatan. Salah satunya seperti pelatihan vocational anyaman Keban Bronai ini. Kemudian desain motif dan tata warna, teknik bertenun, desain serta diversifikasi produk tenun, anyaman serat alam, sampai kepada lomba desain motif yang dilaksanakan pada tahun 2011.
Erlina pun berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dekranas Pusat, Kementerian Koperasi dan UKM serta Disperindagkop Kapuas Hulu yang telah bersinergi, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan ini. Apalagi sudah memilih Kapuas Hulu sebagai tempat pelaksanaan pelatihan dan memanfaatkan kerajinan lokal daerah Bumi Uncak Kapuas.
“Kepada perajin dan pelaku usaha, untuk terus berjuang mengembangkan kemampuan produksi yang inovatif dan kreatif, juga meningkatkan keterampilan melalui pelatihan vocational anyaman Keban Bronai, agar dapat bersaing serta mampu mempertahankan predikat yang pernah diraih Ibu Siti Rajemah. Manfaatkanlah kerajinan Keban Bronai ini ke dalam kreasi terunik, indah, dan menarik, sehingga karya para perajin dapat peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” imbaunya.
Kepala Disperindagkop Kapuas Hulu H Marwan SSos menjelaskan peserta pelatihan terdiri dari 45 orang dari berbagai kecamatan. Peserta pelatihan yang direncanakan selama tiga hari ini mulai dari yang sudah mahir menganyam maupun belum begitu mahir. Dengan pelatihan ini diharapkan akan ada kreativitas, sehingga tidak monoton model dan warna itu-itu saja. “Kita berharap anyaman Keban Bronai ini tidak hanya diminati masyarakat lokal, tapi juga dunia,” ujarnya.
Pelatihan dihadiri Suhatri Syam, Asisten Deputi (Asdep) Peran Serta masyarakat Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI dan dihadiri pengurus Dekranas. Hadir pula Terina Timas Mulyana AMd, selaku Wakil Ketua Dekranasda Kapuas Hulu.

Jumat, 01 Maret 2013

Negeri "Ngeres"

Wah...wah...sepertinya tidak salah kalau Indonesia dikatakan sebagai negeri "ngeres". Predikat ini patut disematkan,  lantaran masyarakatnya gemar mengakses situs dan mengunduh film porno. Bahkan paling banyak di dunia, mengalahkan negara-negara lainnya.
Berdasarkan search engine sejak tahun 2005, Indonesia sudah  masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak mengakses situs porno, sebab berada di posisi ketujuh. Pada  2007 peringkat Indonesia naik di posisi kelima dan tahun 2009 di posisi ketiga. Peringkat Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya pengguna internet. 
Torehan ini tentu sungguh sangat memalukan.  Selain melahirkan citra yang buruk, pornografi akan membawa dampak buruk bagi masyarakat, terlebih terhadap moral anak-anak Indonesia. Makanya berdasarkan riset pornografi di 12 kota besar Indonesia terhadap 4.500 siswa-siswi SMP,  sebanyak 97,2 persen dari mereka pernah membuka situs porno. Bahkan 91 persen sudah pernah melakukan kissing, petting atau oral sex. Parahnya lagi 62,1 persen siswi SMP pernah berhubungan badan dan 22 persen siswi SMU pernah melakukan aborsi.
Begitu berbahayanya dampak maraknya pornografi ini, pemerintah harus melakukan langkah konkrit untuk menghentikannya. Jangan biarkan situs porno menjamur dan menyerang setiap individu. Pasalnya dengan teknologi yang semakin canggih ini, siapa pun bisa mengakses internet dengan mudah dan harga yang relatif murah. Tidak perlu keluar rumah untuk pergi ke warnet, dengan menggenggam ponsel saja, setiap orang bisa berselancar ke dunia maya. Apalagi hanya sekedar mengakses situs-situs porno, didalam kamar pun dapat dilakukan. Bukankah beberapa kasus banyak berkaitan dengan masalah pornografi seperti kejahatan seksual berupa perbuatan asusila, perkosaan, pencabulan, bahkan sampai kepada kasus pembuatan film porno?
Bahaya pornografi menurut Pakar adiksi pornografi dari Amerika, Mark Kastleman, bahwa stimulasi oleh pornografi merangsang pelepasan hormon dopamin dan endorfin. Jika paparan pornografi diteruskan, otak akan membutuhkan dopamin semakin besar guna mempertahankan kadar rasa senang yang sama.
Dalam kondisi normal, dopamin dan endorfin akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik saat normal.
Namun dalam konteks pornografi, otak mengalami rangsangan berlebihan. Akibatnya otak tidak dapat bekerja dengan normal lalu akan mengecil dan rusak. Sehingga anak dan remaja akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan. Selain kerusakan otak, pornografi juga menimbulkan hasrat untuk melakukan hubungan seksual dan membangkitkan kecenderungan untuk melakukan serta meniru.
Berdasarkan penelitian Flood yang bertajuk The Australian Research Centre in Sex, Health and Society, anak-anak yang akrab dengan tayangan film porno akan tumbuh menjadi orang dewasa yang menganggap kekerasan seksual sebagai hal biasa. Dalam riset yang dilakukannya, ia juga menemukan bahwa anak-anak penggemar film porno ini di usia dewasa sering gagal membina hubungan dengan pasangan. Mereka juga lebih sering melakukan hubungan seksual tanpa ikatan.
Mengingat hebat dan mudahnya pornografi menghancurkan masa depan seorang anak, sudah menjadi tugas pemerintah melalui Kominfo RI agar memiliki tanggungjawab moral untuk meminimalisir akses ke situs konten mesum itu.  Walau pun seperti diketahui, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah membentuk gugus tugas pencegahan dan penanganan pornografi. Tim yang terdiri dari para menteri hingga pemerintah daerah ini akan bekerja untuk membasmi pornografi secara terpadu. Pembentukan gugus tugas ini ditandai dengan terbitnya Perpres No 25 Tahun 2012 pada 2 Maret lalu. Perpres tersebut mengacu pada Pasal 42 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang mengamanatkan dibentuknya gugus tugas.  Bahkan pemerintah sudah menerbitkan Undang-Undang Pornografi.
Namun nyatanya hingga saat ini, tim ini belum menemui hasil maksimal. Walau pun sebenarnya pemerintah sudah berupaya membendung situs-situs porno dengan melakukan pemblokiran. Namun ternyata tampilan situs porno mengalami perubahan. Sebab setelah diblokir, mereka muncul dalam kata kunci lain. Sehingga diperlukan kerja keras dan tanpa bosan-bosan terus melacak konten-konten mesum dan memblokirnya.
Tidak hanya pemerintah, semua elemen masyarakat juga memiliki andil terhadap pornografi ini. Terutama orang tua, mesti mewaspadai serangan pornografi terhadap anak-anaknya. Jangan terlalu mempercayakan anak terhadap teknologi informasi. Walau pun bermanfaat, teknologi informasi yang semakin canggih saat ini tidak pungkiri dapat merusak moral anak ketika ia dengan mudahnya mengakses internet. Dan, yang tak kalah pentingnya, orang tua harus selalu menanamkan pendidikan agama terhadap anak.